Tak berjudul

Tak berjudul

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 28, 2022
Hanna, namanya ber-artikan kebahagiaan, tetapi berbanding kebalik dengan keadaannya yang jauh dari kata bahagia. dan kesedihan selalu menjadi bayang-bayang dalam kehidupannya. Hanna adalah seorang gadis yang lahir dari rahim seorang wanita korban pemerkosaan, maka dari itu ia dicampakan oleh keluarganya sendiri. karena dianggap sebagai aib dalam keluarga besar mereka. suatu hari Hanna dipertemukan dengan Rafka, seorang pemuda asal bandung yang baru saja menginjakan kakinya dijakarta. Rafka berniat mencari Ibunya yang sudah lama meninggalkan ia bersama sang nenek, dua minggu yang lalu neneknya telah berpulang kepangkuan sang maha pencipta. Dan sang nenek hanya meninggalkan sebuah foto seorang wanita dengan bertuliskan alamat dibelakangnya. ---------------------- "kalau gue bantu lu, apa yang gue dapet?" "Apa yang lu mau?" "Kebahagiaan, walau sebentar" "Kebahagiaan?" apa yang terjadi pada mereka berdua selanjutnya? apakah pertemuan mereka memang sebuah takdir yang direncanakan oleh tuhan untuk mereka mencapai apa itu yang namanya kebahagiaan? check my story!
All Rights Reserved
#107
pencarian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Your Home [COMPLETE]
  • About Naskala [on going]
  • Dishana (End)
  • Alshana
  • Perkara Cinta Yumna
  • Rumah Tanpa Atap
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Choice ( SELESAI)
  • Diagnosis: Harapan [MS 1]

"I miss the old you, about home." ____ Mereka selalu berkata tidak ada tempat yang jauh lebih baik dibandingkan rumah, hanya berada di rumah kamu bisa menjadi dirimu yang sesungguhnya tanpa harus mengenakan topeng yang begitu banyak. Namun tidak bagi seorang Radin Anggana. Murid baru dengan pandangan teduhnya yang selalu saja berkutat dengan perasaan dan pikirannya. Rumah baginya bukanlah tempat yang menyenangkan, melainkan suatu tempat yang selalu menyimpan memori menyakitkan. Ya, hingga dirinya dipertemukan dengan tiga orang di dalam hidupnya. Seorang gadis dengan sayatan di lengannya, lalu laki-laki yang selalu menatapnya sinis, dan laki-laki yang tidak bisa hidup sendiri. ____ "Gue pengen pulang dalam artian yang sesungguhnya, bukan seperti ini." -Radin Anggana- "Pulang ke rumah bagi gue itu adalah hal paling mengerikan, sama seperti halnya hidup dalam kesendirian dan kegelapan." -Dhei Pradipta- "Jika orang yang kesepian dikumpul menjadi satu, apa mungkin mereka tidak lagi merasa kesepian?" -Dimas Rayana- "Kalianlah alasanku untuk pulang. Seandainya suatu hari nanti kita pergi dan tidak saling bertemu satu sama lain lagi, setidaknya aku tidak akan pernah menyesal pernah mengukir kenangan itu di dalam memori" -Rein Yashiaka- _____ #928 fiksi remaja (01.03.20) #783 fiksi remaja (06.05.20)

More details
WpActionLinkContent Guidelines