GIBRALTAR
  • WpView
    LECTURES 60
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., mars 1, 2022
"Di bawah bekas lukaku ada perasaan untuknya, perasaan yang tidak dapat disangka,akhirnya aku kembali ke tempat ini tempat aku bertemu dengan dia". ~Gribaltar~ Di balik wajah pria tangguh seorang Gribaltar ternyata ada hati yang telah memberi terlalu banyak luka yang terlalu dalam. Dengan setiap momen yang dia habiskan bersamanya, Alana mulai merasa lebih terhubung dengannya. Alana secara bertahap membantu Gribaltar menemukan dirinya sendiri, dan dia menunjukkan betapa luar biasanya dia. Tapi setelah menghadapi kehilangan tragis yang mengguncang Gribaltar, akankah Alana bisa bertahan atau mungkin dia jatuh begitu dalam ke dirinya sendiri sehingga keduanya menyerah?
Tous Droits Réservés
#314
jakarta
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Puing luka
  • ANATHAN  || END
  • A L U N A [END]
  • Bukan Kita D.A.N
  • GRATHA FANA ( TERBIT )
  • Love Will Find A Way
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Only You [Slow Update]
  • Nanti Juga Sampai
  • RAPUH!

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu