The State of Being Normal

The State of Being Normal

  • WpView
    Membaca 322
  • WpVote
    Vote 41
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadLengkap Sen, Feb 28, 2022
[Fanfic • Romance • Short story] "Apa kau mau jadi pacarku?" Sherman berkedip, sekali, dua kali. "Huh?" "H-hanya untuk sehari, tenang saja." "HUH?" °•°•°•° °•°•°•° Memiliki orang tua dewata sama sekali tiada enak-enaknya. Benar, kemampuan unik, stamina super dan fasih berbahasa kuda memang terdengar menyenangkan, tetapi rasanya tidak sepadan melihat resiko yang ada. Diburu hingga mati, lebih tepatnya. Sherman Yang bahkan tak punya waktu untuk menjalin asmara, jadi ia akan mengambil segala kesempatan yang ia bisa. Termasuk ini. Terutama ini. Apa itu normal, memangnya? [Diikutkan dalam event #Sevensurprises yang diadakan oleh WattpadFanficID]
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#20
normal
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DENTING  [Revisi]
  • Arsyilazka
  • Crush [On Going]
  • 1. I&U : Pacar Kontrak [END]
  • Kasat Rasa [Ongoing]
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Stay (Away)
  • REGATHAN [END]
  • Pelangi [COMPLETED]

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan