Mendung

Mendung

  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 30, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Ini tentang Awan, yang berharap lebih pada sahabatnya sendiri. Mengejar yang ia inginkan dan membiarkan yang ia butuh. Awan, yang terjebak pada hukum alam. Ini tentang Inge, yang mengakhiri hubungannya karena kandasnya rasa percaya. Kekecewaan menyelimutinya. Pada orang yang ia percaya, juga pada dirinya sendiri. Inge, yang berusaha damai dengan diri sendiri. Inge dan Awan yang menelan bulat-bulat realita pahit sambil tertatih berlari mengejar manisnya hidup. Sanggupkah?
All Rights Reserved
#307
realita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jangan Dibaca Sendirian
  • Jika (completed)
  • I'll be Waiting for You
  • THE LONG-AWAITED MR HAN
  • "Third" (2015)
  • MENGEJAR AWAN
  • Tokoh Utama
  • KENAPA BUKAN KAMU YANG AKU TEMUI LEBIH DULU?
  • My Sugarman

Lexa, seorang wanita setengah tangguh yang sudah melewati beragam liku kehidupan, kini menemukan kebahagiaannya dalam kesendirian yang penuh makna. Setelah bertahun-tahun merantau jauh dari orang tuanya, dan memilih Solo sebagai kota pelarian. Dia belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari percintaan, melainkan dari proses menerima diri dan mencintai apa yang ada. Meski pernah patah berkali-kali, Lexa menemukan kedamaian dalam cinta tanpa syarat dari jiwa kecil yang selalu setia menunggunya pulang. Tatapan penuh pengertian dan kehangatan, mengajarkannya tentang ketulusan, kesetiaan, dan cinta yang tak memerlukan kata-kata. Bergelut dengan kerinduan pada orang tua yang jauh, serta pertanyaan tentang hidup yang selalu membuatnya sulit bernapas. Lexa membuktikan bahwa kebahagiaan sejati datang ketika kita mampu berdamai dengan masa lalu dan percaya bahwa takdir selalu membawa kita pada tempat yang tepat. Cerita Lexa mengingatkan kita bahwa rumah tidak selalu tentang tempat, tapi tentang hati yang menemukan kedamaian dalam segala hal yang sederhana.

More details
WpActionLinkContent Guidelines