We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
    Menantu pintar Vs Mertua picik

Menantu pintar Vs Mertua picik

  • WpView
    Reads 357
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Tue, Mar 1, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Namaku Rina umurku 24tahun , aku sudah menikah dengan lelaki bernama Nas Ridho Umurnya 26 tahun . aku menikah sudah 2 tahun dan sudah punya anak bernama Zidan baru 11 bulan. kehidupan rumah tanggaku Alhmdulillh baik tapi smua berubah setelah aku ikut suami ku ke kota tempat orang tua nya tinggal , yah tadinya kita tinggal di kota orang tempatku kerja dan bertemu dengan dia , sampai akhirnya kita menikah . semuanya bermulai dari sini , aku sudah tidak kuat di tindas seperti ini ,oke saatnya aku melawan hahahaha liat pembalasanku nenek peotttt.
All Rights Reserved
#5
menantuidaman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Embun Pagi
  • 'Perjodohan'
  • Only Last
  • Alika And Rehan
  • love You My Hubby
  • rumah lama
  • Jodoh Tak Terduga.

Namaku Anahita Embun Prasetyo, aku hidup dalam keluarga kurang mampu yang memiliki seorang ayah penerima jasa antar jemput cuci kendaraan dan seorang ibu rumah tangga yang sangat penyayang. diusiaku yang masih menginjak 12tahun aku dituntut untuk mandiri dalam segala hal. tidak seperti selayaknya anak berusia belasan tahun yang masih memiliki kesempatan bermain dan bermanja-manja. bahkan aku terkadang merasa iri melihat teman-temanku yang bisa bermain dan terpenuhi keinginannya, seperti memiliki sepedah, boneka, dan peralatah sekolah yang layak. sedangkan aku yang setiap harinya sepulang sekolah selalu membantu ibu menjajakan kue nya keliling kota. aku yang menginginkan sesuatu harus dengan bekerja dahulu sebelum mendapatkannya terkadang merasa dunia ini sangat tidak adil, terkadang aku berfikir kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa hanya keluargaku yang tuhan hukum atas kemiskinan. tapi walau begitu aku tidak pernah ingin berputus asa, karena ibu selalu berkata jika kita ikhlas dengan cobaan yang tuhan berikan maka sedikit banyak masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, rezeki dan nasib seseorang sudah diatur sedemikian rupa oleh tuhan. dimana kita yakin bahwa suatu saat akan ada masanya kita menjadi orang sukses dan menjadi orang yang beruntung. setiap kalimat yang ibukku katakan aku jadikan sebagai motivasi diriku agar kelak aku dapat menjadi orang yang berhasil dan membahagiakan mereka. meskipun sekarang banyak sekali cacian dan makian orang yang selalu merendahkan kami, tapi aku tetap berteguh pada tekadku untuk mengejar cita-citaku. aku ingin sekali menjadi seorang penulis karya yang dikenal banyak orang dan sukses, aku ingin dari hasil kerja kerasku mampu mengangkat derajat keluarga kami agar tidak ada lagi yang menghina dan merendahkan kami.

More details
WpActionLinkContent Guidelines