•TAKDIR• (Hiatus)

•TAKDIR• (Hiatus)

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 19, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Saya bisa kenal kamu lebih jauh?" Tanya Pak Ardhan "Anda bicara sama saya?" Tanya Kintan yang sambil bergelut dengan pikirannya karena tidak paham apa yang tengah dibicarakan Pak Ardhan "Terus saya bicara sama angin begitu?" Tanya balik Pak Ardhan . . . Penasaran? Langsung baca aja ya! Cerita imajinasi sendiri, tidak memplagiat punya orang lain. Dan kalau ada yang memplagiat atau mengcopy punya me bilangin, ntar me tegurrr. Ok. Terimakasih ◍•ᴗ•◍ [[[[[Di publish ulang oleh author]]]]] _Rinssn
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Meraih Cinta Suamiku
  • 3 MERPATI (TAMAT)
  • A Little Piece Of Mine
  • Disguise... [END]
  • AILAH(END)✅
  • Pertemuan Cinta (END✅ + REVISI✅)
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • Damaraza✔️
  • Komandan Tampanku
  • Takdir Terbaik

Menikah karena dijodohkan dengan seorang yang dari segala sisi sempurna Arina mengira jika dirinya akan bahagia bersama dengan pilihan orangtuanya, tapi rupanya hidup tidak berjalan seperti yang Arina inginkan. Sadewa Natareja, pria yang masuk ke dalam jajaran anggota dewan rakyat paling muda ini nyatanya tidak bisa menjadikan Arina sebagai seorang istri yang seutuhnya. Pengorbanan Arina menerimanya yang berstatus duda dan merawat anaknya yang berusia kurang dari satu tahun nyatanya tidak bisa membuat Dewa mencintai Arina seperti dirinya mencintai istri pertamanya, Husna. Dimata Dewa, Arina tidak lebih dari seorang wanita yang dipilihkan ibunya untuk menjadi teman dibawah atap yang sama dan sosok yang menjadi ibu untuk putra kesayangannya sebaik apapun Arina berusaha menjadi istri yang baik untuknya. Semua hal yang dilakukan Arina serasa tidak berarti sama sekali sampai akhirnya Arina lelah sendiri, meraih cinta suaminya nyatanya hal yang mustahil bagi Arina. Perlahan, Arina menjauh membangun benteng tinggi yang membuat Dewa tersadar betapa seharusnya dia bersyukur memiliki Arina dalam hidupnya. Sayangnya, semuanya sudah terlambat. "Mas Dewa, aku capek."

More details
WpActionLinkContent Guidelines