My First Love Language

My First Love Language

  • WpView
    Reads 294
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 1, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
[Inspired by True Story 2018] Dulu, gue selalu percaya kalau cinta itu diam. Gue ngerasain, diam-diam menaruh perasaan kepada seseorang yang cuma menganggap gue sebagai teman. Sampai pada suatu saat gue sadar, ternyata cinta memiliki bahasa, dia ngga sepenuhnya berdiam diri. Berada di samping Saddha bikin gue ngga banyak bicara tentang perasaan, tapi gue mengizinkan cinta berbicara menggunakan bahasanya sendiri. Bahasa yang hanya dimengerti oleh pemiliknya, dan orang yang ingin dimiliki. "Gue percaya lo bisa baik-baik aja tanpa gue. Tapi buat percaya kalo dia lebih baik dalam mencintai lo daripada gue, maaf, engga dulu." DISCLAIMER!⚠️ [Cerita ini ditulis sejak tahun 2020, tapi baru berani melanjutkan ke tahap publikasi tahun 2022 karena ada beberapa kendala pada perasaan penulis. Sekian, semoga dapat dinikmati]
All Rights Reserved
#8
girlcrush
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sebuah Rasa
  • KANARA [COMPLETED]
  • Gadis Kesayangan Fian (Rombak Bentar)
  • Gamal & Flara [Completed]
  • Regrets of Love
  • Fake Love Or True Love?(Vsoo) And✓
  • Jangan Pergi Kakak!! [END] ✔️
  • Choice!!! (END)
  • Verronica (COMPLETED)
  • GALANG [SELESAI]

Selamat Membacaa🌾 "Reyyy,"panggil Dimas Aku menoleh, "hmm, kenapa?" "Gak tau kenapa, gue rasa lo tuh unik" "hah unik gimana maksud lo?" tanyaku butuh penjelasan "Gue juga gak tau, tapi menurut gue lo unik" ucap dimas dengan wajah yang gak bisa di tebak. Gak boleh ke pedean hanaa, takutnya dia cuma prank lo. Setelah beberapa saat ku perhatikan lagi ,benar wajahnya serius ini beneran bukan prank. Gue harus gimana? seneng atau sedih? hati gue gelisah "Dim andai lo tau, selama kita temenan gue mulai nyaman, rasa nyaman ini yang tumbuh dengan sendirinya karena lo sering interaksi sama gue, gue berharap lo jauhin gue, tapi sisi lain gue takut kehilangan orang baik kaya lo. Perasaan yang gue rasain, cukup gue sama Allah aja dim yang tau dan harus gue sembunyiin sebaik mungkin. Lagi-lagi gue takut lo jauh dari gue. Walaupun cepat atau lambat lo akan jauh dengan cara lo sendiri" Ya beginilah resiko punya rasa sama sahabat sendiri, suatu saat akan sakit dengan keadaan yang sebenernya gak rela liat dia sama yang lain. Tapi gimana, cuma bisa berdoa aja biar dia dapet yang baik. dan bilang sama Allah, kalo bisa dia sama aku aja hahaha maksa yaa. Kadang pengin bersikap bodo amat, tapi kepo. Kepo malah nyesek. Ahh serba salah. #Friendzone #Keluarga #Fiksiremaja #humor

More details
WpActionLinkContent Guidelines