Amelia Rayla Alesya tumbuh sebagai anak perempuan yang hidupnya selalu ditentukan orang lain. Sejak usia empat belas tahun, ia dipaksa patuh pada kehendak orang tuanya tanpa boleh menolak, tanpa boleh bermimpi. Kesalahan sekecil apa pun selalu berujung pada hukuman, membuat Amelia belajar bahwa diam adalah cara paling aman untuk bertahan. Sebagai anak tunggal, Amelia tak punya tempat berbagi selain dua sahabatnya di sekolah, Nyla dan Ferryn. Namun seiring bertambahnya usia, ia mulai menyadari satu hal: kepatuhan yang selama ini ia anggap perlindungan justru menjadikannya boneka kayu-rapuh, tak bersuara, dan mudah dikendalikan.
More details