
Dicintai sosok seperti kamu itu adalah sebuah keberuntungan, tapi untuk mencintai kamu aku rasa adalah sebuah kemustahilan. •~•~•~••~•~•~•~•~•~•~•~••~•~•~•~• " Kenapa gak bisa Na? Kita kan belum nyoba" " Nggak semua hal bisa menjadi barang cobaan, nggak semua hal juga bisa dipaksakan Aksa, termasuk hati saya!" " Sepenting apa Bagaskara untuk kamu sih Na? Perjuangan seperti apalagi yang harus saya lakukan? Izinkan saya untuk menggantikan sosok Bagaskara dalam hidup kamu" " Aksa, nggak ada yang bisa gantiin sosok Bagas dalam hidup aku, dia semesta aku Sa, dan kamu hanya orang asing yang tiba-tiba ingin menggantikan Bagaskara. Kamu bercanda?" Lagi dan lagi, ia hanya bisa tersenyum dan berkata... "Saya tidak pernah bercanda soal rasa Na" •~•~•~••~•~•~•~•~•~•~•~••~•~•~•~••~•~•~••~•~•~•~• "Sejauh, dan sebanyak apapun perjuangan kamu, itu tidak akan bisa merubah semua yang ada dalam hidup saya. Karena sampai kapanpun dan mau bagaimanapun kondisinya dia tetap semesta saya." "Berhenti untuk berharap kepada saya Na, saya sudah mustahil untuk kamu dekap kembali." "Tolong biarkan saya mencintaimu na, sampai nanti. Sampai semesta selesaii dengan tugasnya." Ditulis, 20 Maret 2022 Dipublikasikan, 15 Maret 2022Creative Commons (CC) Atribuição
1 capítulo