RUANG JEDA
  • WpView
    MGA BUMASA 10
  • WpVote
    Mga Boto 5
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Mar 1, 2022
Aghni Jingga Prameswari Seorang anak gadis yang trauma dengan masa kelamnya.hingga rasa takut selalu hadir dalam dirinya.jika satu kata yang ingin dikatakannya untuk mewakili apa yang di rasakannya,mungkin ia akan berkata "Luka." Kata itu yang mewakilkan apa yang aku rasakan dan itu yang selalu ku dapatkan semasa kecilku. Jika masa kecil ku selalu terlukai. karena seorang laki laki yang selalu melukainya. aku berharap dari sekian banyaknya laki laki di dunia ini,ada laki laki yang seperti ayah. Hingga bertemu dengan Aksa adalah sebuah keajaiban yang mampu membuat ku sadar dari terpuruknya hidup ku yang selalu merasa menyedihkan. Apakah Aksa salah satu laki laki yang mampu aghni harapkan dari sekian banyak laki laki di dunia ini?
All Rights Reserved
#119
aksara
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Ambigu
  • Moon Star [On Going]
  • ANINDYA [ TELAH TERBIT  ]
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • DIARY DAN DARA (√)
  • Sepasang Luka Merajut Asa [END]

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman