Story cover for DiaryRatu by hapitaw
DiaryRatu
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Mar 01, 2022
-FOLLOW DULU SEBELUM DI BACA-


Hai kenalin nama aku ratu usia Ku 17th aku duduk di kelas 2 SMA. Aku yang selalu di kelilingi orang orang, aku yang harus menutupi kesedihan ku disaat orang orang menghina aku tentang fisik and aku harus selalu tersenyum disaat orang orang menghina. 


Dibalik Senyumku aku harus menangis di saat aku sendirian di kamar, hanya karna nanggepin omongan orang orang di luar.




Kadang orang orang sekitar kita termasuk orang tua, yang bikin kita lebih down juga karna bukan untuk mensupport kita tapi juga sama kayak orang orang yang di luar, kadang capek kita gak ada satupun orang yang bikin kita semangat lagi yang bikin kita ceria lagi. Cuman diri sendiri yang bikin kita semangat lagi.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add DiaryRatu to your library and receive updates
or
#426awal
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
RUANG DEPRESI [ END ] cover
I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon cover
REGRET [END] cover
JUANDARA √ cover
Dear Ratu cover
ELEVEN¹¹ MEMBERS cover
Alisa's Story  cover
ALEYA~~ cover
Sebuah Rasa cover
Don't Leave Me (TAMAT) cover

RUANG DEPRESI [ END ]

39 parts Complete

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)