Evanescent

Evanescent

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 7, 2024
Beberapa orang bilang, "lepaskan saja yang membuatmu sakit." Lalu aku menjawabnya sembari tertawa, "bagaimana bisa jika aku terjerat dan turut tenggelam bersamanya?" ----- Hal-hal yang membuat kita patah seringkali sulit untuk dibantah. Ada bagian di mana lukanya bebal, atau diri kita yang sudah mulai kebal. Begitu banyak kejutan dibalik praduga, di antara curiga yang mengukung lara. Bahkan diam-diam gulita mengulik renjana memisahkannya atas cinta pada raga. Dari lingkup yang riuh kubilang sudahi saja, biar redam dengan sendirinya. Kita akan baik-baik saja pada waktu rela itu bukan lagi sekadar kata-kata. . Ia hanyalah Inka, dan rumitnya hati hanya ia yang merasa.
All Rights Reserved
#29
triplets
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Narasi patah hati
  • Kumpulan Cerpen RoSe
  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Antara Aksara dan Kata
  • Meneroka Jiwa 2
  • Kumpulan Cerpen

Pernikahan yang ada di depan mata hancur berantakan dalam semalam. Mimpi, cinta, usaha dan segala hal yang selama ini ia tapaki seolah runtuh bersama dengan pengkhianatan yang ia terima. Mahika tak pernah menyangka hidupnya yang adem ayem akan mencapai titik klimaks rasa kecewa di usia dua puluh dua. Sikap optimis yang mendarah daging dalam dirinya tak lagi bersisa selepas malam itu. Tak lagi ada setitikpun cahaya yang bisa ia lihat ketika bangun di pagi hari. Cintanya selama dua tahun kandas di saat mereka harusnya tengah berbahagia. Bagaimana bisa dunia sekejam itu padanya? Narasi-narasi patah hati berkumandang nyaring sekali, menyambut kegagalan akbarnya yang mematahkan hati ; sepatah-patahnya. Mahika hancur, lebur dalam keping-keping rasa sakit yang tiada henti menikam, meluluh-lantahkan sedikit harga diri yang ia genggam. Luka itu terlalu dalam hingga ia meragu ... bertanya-tanya diantara isak tangis yang ia untai di depan Tuhan yang maha kuasa. Pasca rasa sakit ini, apakah ia akan bisa kembali jadi Mahika seperti sebelumnya? Apakah akan ada masa dimana ia percaya lagi pada cinta? Dan apakah ada di luar sana, setidaknya satu saja ... satu saja manusia yang bisa ia genggam tangannya tanpa menyakiti ataupun mengkhianati? (PERHATIAN ‼️ BEBERAPA PART DALAM CERITA INI SUDAH DI HAPUS OLEH PENULIS DAN BISA DI BACA DI KARYAKARSA. TERIMAKASIH.)

More details
WpActionLinkContent Guidelines