WICH ONE

WICH ONE

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 3, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Hanya sebutir kisah singkat mengenai bagaimana rasanya mencintai kedua perempuan secara bersamaan ditambah dengan lika liku cobaan yang ada. "Gue ngga tau harus milih siapa" "plis tetep disisi aku ya nan" "Aku ngga tau bisa maafin kamu lagi atau enggak" "Dengan begitu lo sama aja ngga lebih dari seorang bajingan" "kalo emang beneran kesampean, detik itu juga lo habis di tangan gue" Seseorang yang dianggap kehadirannya akan menghilangkan rasa sepi, tapi justru malah menjadi penghancur segalanya. "kalo kakak tahu kakak juga yang sakit nantinya" "kenapa? kenapa harus kamu?" Perempuan tersebut berujar sambil terisak. . . . . . . star : ? end : ? @itzsimply_adn
All Rights Reserved
#196
kania
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • K e [y] n a [n]. [COMPLETED]
  • ALBERIC
  • Dear Heart, Why Him?[Completed]
  • EPHEMERAL [COMPLETED]
  • Dendam
  • My Possesive Boyfriend
  • Love you Bad girls (COMPLETED)
  • I'm Sorry [Terbit E-book]
  • REVANARA
  •  Q&A: Love Cinta Love Cinta (Completed)

[JANGAN LUPA FOLLOW AUTHORNYA] #2 -fiksiremaja [1 Juni 2018] #13. -fiksiremaja [25 Mei 2018] Cover by: @lenzhy25 SEBAGIAN CERITA DIPRIVAT!!! Tak ada yang tahu tentang hati, kecuali pemiliknya. Jika mulut tertutup rapat, sedangkan hati ingin menggungkap, akankah keduanya menemukan cara yang tepat? Mungkin ini yang terjadi di antara Keyna dan Kenan. Tentang Keyna yang terlalu dungu untuk menunggu, mulutnya tak berani mengucap. Sedangkan Kenan, ia baru menyadari jika pertemuannya dengan Keyna bukanlah pertemuan pertamanya. Lalu di manakah dulu mereka pernah bertemu? Dan siapa sebenarnya Keyna? Ketika semua jawaban telah Kenan dapat, mengapa mulutnya masih mengelak? Padahal hatinya sudah meronta-ronta berteriak. Akankah keduanya bisa menggungkapkan perasaan yang masih semu? Masih terlalu abu-abu? Keadaan keluarga Keyna membuat dirinya harus bersaing dengan Kenan. Kehadiran Kenan yang awalnya hanya membuatnya kesal, kanapa lama-kelamaan justru membuat Keyna nyaman? Apakah dengan kenyamanan saja cukup untuk Keyna? Jika tidak, haruskah Kenan menyerah dan memilih pergi? Atau justru Kenan dapat mencairkan seluruh keraguan yang masih bersarang di benak Keyna? Begitu juga dengan Keyna, akankah dia mempersilahkan Kenan masuk ke dalam hatinya atau justru membuang Kenan jauh dari pandangnya? *** -brilliantradhea 27/02/18

More details
WpActionLinkContent Guidelines