Mahira & Amira

Mahira & Amira

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 28, 2022
"Ck, di dunia ini aja nggak ada yang gratis, apalagi persahabatan! Itu hanya omong kosong! Palingan mereka nempel juga karena ngarepin uang," _Amira azura rahman_. . . . . . . . . . "Yang namanya persahabatan itu tidak bisa dibeli dengan uang, kami berteman itu murni karena ketulusan, kami menghargai dan saling membantu satu sama lain. Sesekali menegur untuk mengingatkan, bukan untuk menjatuhkan, itu hanya agar kita semakin baik kedepannya." _Mahira tsaniya husaini_. Cerita ini mengisahkan perjalanan hijrah seorang gadis. Ia yang tak pernah percaya akan sebuah pertemanan, tak mau mengenakan jilbab, berbaju kebesaran katanya, dan masuk pondok pesantren yang katanya kuno. Perlahan berubah karena seseorang. Perlahan ia memahami arti hidup, persahabatan, dan muru'ah seorang perempuan. Start publik: 30 april 22 Finish publik: -
All Rights Reserved
#244
santriwati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Back to Istiqomah [END]
  • SANTRI PILIHAN ABAH YAI
  • Satu Nama dalam Sujud
  • Presma Pesantren
  • Canda: Gadis Tanpa Nama Belakang
  • Hey, AZAS!
  • PYBP 2: Dialah Penyempurna Agamaku [END]
  • Dear K̶a̶n̶g̶ Santri
  • guz itu suamiku???
  • Al & El : Gus, atau Pengurus? | Lanjut After Married

"Ketika kamu merasakan kesulitan untuk istiqomah, ingatlah kelak kamu akan menemukan sebuah akhir yang indah." --- Lahir dari keluarga kaya memang menyenangkan. Sejak kecil bergelimang kemewahan. Selalu diselimuti kemanjaan. Apa yang diinginkan tinggal membalikkan tangan. Kurang apalagi hidupnya? Ilmu pun juga didapat dari orang tua terhebat. Bertahun tahun penuh kemewahan, dibarengi dengan hati yang penuh kebahagiaan. Hingga suatu insiden membuat hidupnya diambang kehancuran. Cacian dan makian selalu saja ia dengar. Belum lagi kedua orang tuanya marah besar. Dari kejadian itulah yang mengantarkannya ke tempat bernama pondok pesantren. Ini tentang dia yang berusaha kembali ke jalan yang diridhai Allah. --- Started : 25 April 2020 Finished : 24 Juni 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines