Blue Eyes

Blue Eyes

  • WpView
    Reads 15,219
  • WpVote
    Votes 903
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Apr 2, 2023
#1 in your eyes Ardelle Cavanaugh, hanya perempuan biasa di mata birunya. Namun di mata orang, ia adalah pengatur di keluarga Cavanaugh. Tiga tahun menetap di New York membuat bebannya berkurang. Namun, bertemu Marshall El Blackton sepertinya merupakan sebuah takdir. Ketika pria itu selalu ada di setiap kesempatan, membuatnya berpikir, Kenapa harus Marshall? Pria dengan mata biru yang sama dengan dirinya. Pria dengan wajah datar. Pria yang seharusnya tidak berada di dalam list hidupnya. Dan Ardelle harus merasakan hancur ketika satu per satu rahasia yang dipendam jauh di bawah mulai terkuak. Kematian. Mimpi. Pengkhianatan. Cinta? *** Jangan lupa comment dan love-nya kalau suka ♡
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Billionaire Prison
  • HE OWNS ME
  • Behind The Camera (SELESAI)
  • The Flow of My Life [END]
  • Debt of Desire (END)
  • 𝐂𝐫𝐚𝐳𝐲 𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐰𝐢𝐭𝐡 𝐂𝐫𝐚𝐳𝐲 𝐁𝐎𝐒𝐒
  • Her Dream Man
  • TWO OWNERS

[Budayakan VOTE Sebelum Membaca] The Billionaire Prison [Love is Difficult] "Apa yang kau katakan hingga ibuku berencana untuk menikahkan kita? Kau yang menghasut dia? Kau pikir kau siapa hingga bermimpi untuk menjadi pasangan ku?" Anna terdiam sejenak. Dia tidak sepenuhnya terkejut dengan reaksi Armand atas berita ini. Tapi dirinya tersinggung akibat tuduhan yang tidak mendasar dari lelaki itu, menuduhnya menghasut Diana, apa dia tidak berpikir sebelum bicara? "Rencanaku?___ asal kau tau, aku juga tidak menginginkan ini. Kau pikir aku mau untuk tinggal bersama iblis seperti mu?" Entah keberanian dari mana, tiba-tiba kata-kata itu keluar dari mulutnya. Armand yang mendengar itu langsung meraih paksa wajah Anna, mencengkram pipinya dan membuat wanita itu menatap kearahnya. "Iblis? Ya, kau benar dan kupastikan kau akan ku jerumuskan ke dalam penderitaan." ucapnya lalu membuang wajah Anna dengan kasar. Nadanya penuh dengan keseriusan membuat Anna sedikit gugup. "Ku perintahkan padamu untuk jangan bermimpi untuk menjadi istriku. Tolak semua rencana itu besok dan segera keluar dari sini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines