Menyapa Rindu

Menyapa Rindu

  • WpView
    Reads 2,355
  • WpVote
    Votes 297
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadComplete Fri, May 6, 2022
Sesuatu yang di bangun dari keterpaksaan akan berakhir tidak menyenangkan. Begitupun dengan perjodohan yang tiba-tiba berada di depan mata Rindu Aisya Fitri. Di umur yang masih semangat mengejar mimpi, harus terkalahkan oleh permintaan kedua orang tuanya untuk menikah muda. Dan lebih terkejutnya lagi ketika di malam pertunangan Rindu mengetahui fakta bahwa pria yang akan menjadi suaminya adalah guru kimia yang tidak pernah ia sukai. Bagaimana bisa takdir mempermainkan hidupnya seperti ini? Kehidupan Rindu terasa menyedihkan setelah ijab kabul di ucapkan. -Menyapa Rindu- "Bagaimana apanya?" Wajah Rindu berubah jengkel menatap tajam ke arah Melvin yang meksipun mengenakan baju batik, tetap terlihat membosankan, "dia saja tidak bisa senyum! Bagaimana nanti bisa buat aku bahagia?" "Pak Melvin?! Lo denger gue gak sih?!" Untung saja situasi tempat parkir apartemen sepi, mungkin jika ada seseorang yang melihat Rindu berteriak, mereka akan menganggap bahwa ia sedang kesurupan. "Om Melvin senang akan pernikahan ini?" Entah kenapa Rindu merasa ingin tahu akan pendapat suaminya. Selama ini memang ia tidak pernah mendengar secara langsung akan pendapat Melvin, ia lebih sibuk dengan asumsinya sendiri. "Gak," pernyataan dari Melvin langsung membuat Rindu menatap heran tidak percaya. Mulai : 3 Maret 2022 Selesai : 6 Mei 2022
All Rights Reserved
#517
rindu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kesempatan Kedua
  • Darsa (END)
  • Kado Tak Terwujud (Selesai)
  • TIME TO LEAVE [TAMAT] ✔️
  • Suami Kecil | Completed |
  • Om, Ayo Nikah!
  • MY ANNOYING HUSBAND [END]
  • Maimunah
  • Sweet RomanShit
  • Segores Luka Dalam Cinta

"Tolong, beri aku kesempatan ke-dua Rei." Pinta Elyas dengan penuh harap. "Hahahaha." Bukannya menjawab atas pertanyaan dari sang suami, Reina justru tertawa mengejek. "Kesempatan ke-dua untuk apa El? Kesempatan ke-dua agar kau bisa melukai diriku lagi? Kesempatan ke-dua agar kau membuat diriku membencimu lagi? Atau kesempatan untuk air mata ku lagi?" Tanya Reina dengan linang air mata tanpa memandang wajah Elyas. Elyas menunduk dan menggeleng pelan. "Tidak untuk kesempatan agar ku bisa melukai kamu lagi, tidak pula kebencian yang akan ku torehkan, tidak juga dengan air mata yang kau titihkan atas kesalahan ku. Beri aku kesempatan untuk membahagiakan kamu di dunia dan di akhirat ku." "Jangan beri aku harapan lagi El, jangan buat aku terbang setinggi angkasa aku takut akan kau jatuhkan kembali ke inti bumi." Jawab Reina melirik sedikit wajah Elyas. "Beri aku keyakinan darimu lagi untuk yang terakhir kali." Wuahahaha🤣aku paling gk bisa bikin diskripsi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines