My Marriage World

My Marriage World

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 8, 2022
I think my heart so empty. Jika hari-hariku terus seperti ini lantas apa bedanya setelah dan sebelum menikah untukku? Jiwaku kosong, hidupku hampa. Bersama, namun tak sejalan. Berdua, namun tak searah. Apa yang aku harapkan sebenarnya dalam hidup ini? Punya pasangan? Menikah? Punya Anak? Lalu apa? Akankah kalimat happy ever after itu nyata adanya? Entah kenapa rasanya kehidupan pasca menikah itu terasa cukup sulit bagiku. Menatap ia yang kuyakini selama ini menjadi bagian dari sisa hidupku, nyatanya ia tak sama seperti tempat berlabuh. Aku terus melarikan diri. Aku singgah ke sana ke mari mencari tempat perlindungan diri. Berlindung dari apa-apa yang membuat duniaku terus merasa mendung. Kenapa sesak di dada bahkan tak kunjung pergi, meski katanya aku telah berhasil melangkah maju ke jenjang pernikahan?
All Rights Reserved
#86
suamiistri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • TAKDIR ALLAH [End!]
  • Jodoh Kedua (END)
  • Belum Siap
  • Mahligai Sunyi
  • Forced Couple
  • Langkah baru bersama mu
  • Shadows of Love
  • Pengantin Bayangan (SELESAI)

Suamiku tidak mencintaiku, saudari seayah beda ibuku ternyata seekor ular beracun, dan hidupku tidak baik-baik saja. Bahkan suami antagonis dalam sinetron murahan pun jauh lebih baik daripada suamiku yang membuatku sakit, sekarat, lalu mati. Benar-benar kurang ajar! Barangkali semesta menaruh simpati terhadapku hingga memberiku kesempatan kedua. Aku kembali ke masa sebelum terjerat pernikahan konyol dengan mertua yang sifatnya mengalahkan ibu tiri dalam serial picisan. Mengejar cinta suamiku? Humph! Mimpi! Aku tidak peduli dengan keluarga maupun suamiku. Kuputuskan meninggalkan mereka, menyepi ke pinggiran kota, dan membangun kehidupan baru yang ideal bagi orang sepertiku. Namun, memang dasar setan! Mereka masih saja mengganggu dan berharap aku akan bersedia mengorbankan kebahagiaanku demi sesuap kasih sayang semu! Sialan! Jambu! Beri aku ibu peri! Sekarang! "Mau jadi menantuku, Sayang?" Tetanggaku, seorang nenek mencurigakan yang mungkin saja penyihir, menawarkan cucunya kepadaku. Memangnya apa yang bisa kulakukan? Tentu saja menerima pernikahan tersebut! Dengan begitu mantan suami dan mantan keluarga yang berengsek itu takkan bisa menyentuhku. Jenius! "Sayang, yuhuuuuu! Aku datang!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines