Kamu dan Sepotong Croissant

Kamu dan Sepotong Croissant

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 3, 2022
"Hey, gimana kalau kamu membayangkan satu gigitan croissant, kamu akan mendapatkan satu harapan" - Arseno Bumi Pandega. "Tuhan, bolehkan satu harapan saja terkabul untuk hari ini" - Btari Langita Kaluela. Sepotong croissant rasa coklat mungkin menjadi awal pertemuan Arseno dengan Btari pada sore itu. Hingga akhirnya sepotong croissant itu pun menjadi akhir pertemuan dua orang yang saling memiliki harapan masing-masing disetiap kisahnya. Akankah Tuhan mempertemukan kembali mereka dan saling menyembuhkan luka yang tersimpan pada diri mereka selama ini atau mungkin sebaliknya. Ketika takdir memberikan perasaan luka yang tertoreh dalam diri setiap orang, maka takdir itu sendiri yang akan menyembuhkan rasa sakitnya. Seperti ketika Tuhan mempertemukan mereka melalui sepotong croissant jauh sebelum itu kejadia tak terduga yang dialami menghubungkan keterkaitan antara satu dengan yang lain. Sampul by pinterest
All Rights Reserved
#9
desaininterior
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Gravitasi Ara
  • Di Atas Kasta
  • Kita Beda Tuhan [TAMAT]
  • Brand New Day
  • CHARTREUSE
  • #5 Reasons Why I Love You - END
  • ANNA [completed]

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines