DEAR BROTHER || [ Revisi ]

DEAR BROTHER || [ Revisi ]

  • WpView
    Reads 27,466
  • WpVote
    Votes 700
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 20, 2025
_harap membaca pesan di percakapan profil saya!_ Dear Brother Arkan tahu kakaknya, Daren, menyayanginya-meski rasa itu sering tersembunyi di balik sikap cuek dan dingin seorang abang. Ia tumbuh dengan banyak diam dan pengertian, berharap suatu hari Daren benar-benar melihat keberadaannya, bukan hanya sebagai adik kecil yang butuh dijaga, tapi sebagai seseorang yang juga ingin dimengerti. Namun ketika sakit datang dan rahasia perlahan terkuak, hubungan mereka diuji lebih dari sebelumnya. Untuk pertama kalinya, Arkan melihat sisi Daren yang tak pernah ia sangka: peduli, takut, dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak kehilangan. Tapi semesta punya banyak rencana. Di tengah kehangatan yang mulai tercipta, hadir kenyataan yang membuat segalanya tak lagi sama. Akankah Arkan dan Daren bisa mempertahankan kebersamaan itu? Atau justru, cerita ini adalah tentang perpisahan yang terlalu cepat? VISUAL: DAREN: Nakamoto Yuta (nct) ARKAN: Mark Lee (nct) CAHYA: Doyoung (nct) RENDY: Jungwoo (nct) ABIL: Winwin (nct) FERO: Ten (nct) ANYA: Yooa (omg)
All Rights Reserved
#30
pensivol19
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua cangkir satu Meja
  • Jian Semestaku [END✓]
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • PENA ASMARA | TAMAT✅
  • Fixing the Broken ✓
  • Perihal Sandwich(End)
  • Pedih || RenDoy
  • 𝐋𝐨𝐬𝐭 𝐢𝐧 𝐒𝐨𝐫𝐫𝐨𝐰
  • AuRevoir √
  • Bautiful In White | Lee Jeno ✓

Dua cangkir di satu meja. Salah satunya kopi hitam yang mulai dingin, satunya lagi teh hangat yang baru diseduh. Sama seperti mereka-dua orang yang dulu satu keluarga, kini seperti orang asing di bawah atap yang sama. Dewa sudah terbiasa hidup sendiri. Ia bisa makan mi instan kapan saja tanpa ada yang mengomentari. Bisa pulang larut tanpa ada yang menunggu. Bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Lalu datang ayahnya, yang entah sejak kapan mulai mengatur ulang dunianya. Mengajaknya makan bersama, menyeduhkan teh di pagi hari, bahkan diam-diam mengganti mi instan dengan sesuatu yang lebih bergizi. Dewa tidak mengerti-apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya? Kenapa setelah tujuh tahun pergi, kini ia kembali dan bertingkah seolah-olah segalanya masih bisa diperbaiki? Di sisi lain, ada Nira, seseorang yang selalu ada untuknya. Tapi kini, ia merasa semakin jauh. Hubungan yang dulu terasa nyaman perlahan berubah menjadi sesuatu yang penuh pertanyaan. Di antara meja makan yang dulu selalu sepi, dua cangkir yang tak pernah sama, dan sepiring mi instan yang akhirnya tak lagi dimakan sendirian, Dewa harus menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: apa arti pulang yang sebenarnya? Slow fic Sudah selesai ditulis sampai ending, sudah dipublikasikan pula semuanya. Sebab, aku tidak suka menunggu. Jadi, aku tidak akan membuatmu menunggu. 48 bab secara total. Bacalah jika menurutmu layak dibaca, tinggalkan jika menurutmu membosankan. Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga. by Tigajully 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines