AREXSA
  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 3, 2022
"Aku ga mau Max,aku ga bisa kasih apa yang kamu mau,aku ga cewe kek gitu"Ucap Arexsa,sambil menangis. "Gua ga mau tau pokoknya Lo harus kasih apa yang gua mau, termasuk keperawanan Lo, karena Lo punya hutang Budi sama gua!!"Ucap Max sambil menarik tangan Arexsa menuju sebuah kamar. Arexsa, merupakan seorang siswi di SMA Pelita Harapan,sebuah sekolah bergengsi yang sulit dimasuki oleh orang sepertinya,yang berasal dari keluarga yang sederhana.Berkat prestasinya Arexsa menerima beasiswa untuk bersekolah disana. meskipun Arexsa tidak mempunyai teman karena dia dipandang berbeda oleh siswa-siswi disana. Hari demi hari dia lalui,tiba saatnya Arexsa bertemu dengan seorang pria bernama Max,anak dari pemilik tempat dia bersekolah,dan juga merupakan anak tunggal seorang konglomerat. Awalnya Arexsa menganggap keberadaan Max sebagai malaikat karena berkat Max lah Arexsa tidak kesepian lagi,tidak ada yang berani membully nya karena dekat dengan anak pemilik sekolah tersebut. Tapi lama-kelamaan sikap Max berubah,Max akhirnya meminta sesuatu yang paling berharga dari Arexsa untuk dia berikan. #Ayo ikutin Terus cerita Arexsa❤️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALYA
  • Awas Jatuh Cinta
  • DANADYAKSA
  • MENJADI MILIK MENTARI (On going)
  • BAD BOY SEKOLAH (SELESAI)
  • ARAKHA
  • When Two Hearts Collide
  • Love Or Hate(End)
ALYA

Alya melangkah menuju sekolah dengan langkah pelan. Jalanan pagi itu sepi, hanya suara burung berkicau yang menemani. Biasanya, ia akan berangkat lebih awal untuk membaca buku di perpustakaan, tapi hari ini hatinya terasa berat. Sesampainya di sekolah, suasana berbeda jauh dari rumahnya. Di sini, Alya bukanlah anak yang diabaikan. Ia dikenal sebagai murid berprestasi, ketua klub sains, dan siswa yang sering membawa nama sekolah ke ajang perlombaan. Teman-teman dan guru-guru menghormatinya. Saat ia memasuki kelas, seorang temannya, Dinda, langsung menghampirinya. "Alya! Kamu udah siap buat ujian hari ini? Kayaknya ini bakal susah banget!" kata Dinda panik. Alya tersenyum kecil. "Aku sudah belajar semalam. Semoga saja bisa mengerjakan dengan baik." Dinda menghela napas. "Duh, enak banget jadi kamu. Pinter, rajin, selalu menang lomba. Orang tuamu pasti bangga banget, ya!" Ucapan itu membuat senyum Alya menegang. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Haruskah ia mengatakan yang sebenarnya? Bahwa tidak peduli berapa banyak piala yang ia menangkan, orang tuanya tidak pernah benar-benar peduli? Alya hanya tertawa kecil. "Iya, semoga saja." Gmn kelanjutan nya? Langsung baca aj yaa See you, semoga suka sama ceritanya >_- Dilarang keras plagiat karya gw⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines