Story cover for AREXSA by NovitaNingsih589
AREXSA
  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Mar 03, 2022
"Aku ga mau Max,aku ga bisa kasih apa yang kamu mau,aku ga cewe kek gitu"Ucap Arexsa,sambil menangis.
"Gua ga mau tau pokoknya Lo harus kasih apa yang gua mau, termasuk keperawanan Lo, karena Lo punya hutang Budi sama gua!!"Ucap Max sambil menarik tangan Arexsa menuju sebuah kamar.

Arexsa, merupakan seorang siswi di SMA Pelita Harapan,sebuah sekolah bergengsi yang sulit dimasuki oleh orang sepertinya,yang berasal dari keluarga yang sederhana.Berkat prestasinya Arexsa menerima beasiswa untuk bersekolah disana. meskipun Arexsa tidak mempunyai teman karena dia dipandang berbeda oleh siswa-siswi disana.

Hari demi hari dia lalui,tiba saatnya Arexsa bertemu dengan seorang pria bernama Max,anak dari pemilik tempat dia bersekolah,dan juga merupakan anak tunggal seorang konglomerat.

Awalnya Arexsa menganggap keberadaan Max sebagai malaikat karena berkat Max lah Arexsa tidak kesepian lagi,tidak ada yang berani membully nya karena dekat dengan anak pemilik sekolah tersebut. 

Tapi lama-kelamaan sikap Max berubah,Max akhirnya meminta sesuatu yang paling berharga dari Arexsa untuk dia berikan.




#Ayo ikutin Terus cerita Arexsa❤️
All Rights Reserved
Sign up to add AREXSA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
DANADYAKSA by KumbangPolkadot
70 parts Complete
Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***
You may also like
Slide 1 of 10
MENJADI MILIK MENTARI (On going) cover
When Two Hearts Collide  cover
 Alcha ~ Rajawali cover
ZEYA  cover
ALYA  cover
GASA [end] cover
DANADYAKSA cover
Unrequited Love  cover
ALANAALANKA. [ ON GOING] cover
Arsyilazka cover

MENJADI MILIK MENTARI (On going)

7 parts Ongoing

Alsa, seorang siswi SMA biasa, diam-diam mengagumi sosok Arka, kakak kelas yang nyaris sempurna di matanya. Pintar, bijaksana, dan selalu ramah kepada siapa saja. Arka seperti mentari yang memancarkan cahaya bagi semua orang di sekitarnya. Kekaguman Alsa bukan sekadar suka; Arka menjadi motivasi hidupnya. Karena Arka, Dhia mulai berani bermimpi lebih besar, memperbaiki dirinya, dan menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. Namun, di balik semangatnya untuk terus maju, Alsa sadar ada satu hal yang tidak pernah ia yakini: apakah ia pantas berdiri di sisi Arka? Apalagi ketika ia tahu bahwa ada banyak orang yang mengagumi sosok Arka, jauh lebih baik darinya. Di tengah perjuangannya, Alsa dihadapkan pada kenyataan bahwa terkadang, kekaguman tidak selalu harus berujung kepemilikan. Tetapi, apakah takdir akan memberikan keajaiban bagi Alsa? Atau, Arka hanya akan menjadi sosok yang ia kenang sebagai alasan ia berubah? "Aku belajar bahwa tidak semua kekaguman harus berujung pada milik, kadang hanya cukup menjadi alasan untuk berubah menjadi lebih baik." -Zafalsha Reya Nadheefa