Dama Dalam Bahasa

Dama Dalam Bahasa

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 3, 2022
Banyak orang yang menganggap bahwa bahasa hanya sekedar bahasa, tapi bagiku bahasa terutama Bahasa Indonesia adalah bahasa yang membawa perubahan besar dalam hidupku. Mungkin terdengar aneh, tapi itu nyatanya. Aku Dama sang pemeran utama yang kaku, tidak pandai bergaul, dan lain sebagainya. Aku disini, melipat dahi dan berpusing-pusing mempelajarinya. rasanya bangga dan senang memenuhi dadaku sekarang sehingga terasa sesak karena hanya dengan bahasa ini aku bisa lebih dekat dan lebih memahaminya, ya dia gadis pujaanku gadis keturunan Jawa berkulit kuning langsat dengan rambut hitam lurus sebahu yang setiap dia berbicara mampu membuat hatiku terasa seperti mengeluarkan kupu-kupu. Nirmala, cinta dalam bahasaku
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Asmara Jingga (Tamat)
  • CRY FOR ME
  • Because You..
  • SASHI
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • What Is Love? (threeshoot)
  • Narasi patah hati
  • Tentang Rasa
  • Untuk, Arunika ✔ [PROSES TERBIT]
  • ELEGI ASMARA

Tidak peduli sebanyak apa pun usaha yang kukerahkan agar dicintai dan bisa diterima oleh keluarga maupun orang yang kukasihi, hanya berbuah pengkhianatan dan kepahitan. Bahkan hingga di ujung napas terakhirku, segalanya pun semakin jelas bahwa aku tidak pernah dijadikan sebagai salah satu bagian dalam kehidupan mereka. Kematian datang, menjemput, dan membawaku pergi. Namun, kematian pulalah yang memilih melemparku ke raga wanita bernama Asmara. Asmara tidak sepertiku. Dia memiliki orangtua pengasih dan seorang suami pilihan. Namun, baginya tidak ada yang lebih penting daripada mengakhiri hidup karena tidak bersama dengan pria pilihan hati. Tepat pada detik jiwa Asmara lenyap, aku pun menggantikan posisinya. Kesempatan hidup kali ini aku berjanji kepada diri sendiri akan mengutamakan kebahagiaan di atas apa pun! Akan tetapi, takdir tetap memaksaku bertemu dengan masa lalu. Menghadapi orang-orang yang menyebabkanku tewas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines