Not the same again

Not the same again

  • WpView
    Reads 545
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 7, 2022
'Ini kesempatan kedua ku,tidak akan ku sia-siakan!!' 'TIDAK AKAN!' di tengah tengah panasnya api yang telah melahap sebagian besar kerajaan ada dua gadis remaja yang terperangkap di dalam kediamannya. "HAHAHAHAHA!!" "Aku berhasil!!" "Walaupun hanya setengah kerajaan,aku berhasil membalaskan dendam pemilik tubuh ini!! " "Kau iblis sialan!" Keira parvis, gadis yang sekarang sedang berhadapan dengan pembuat masalah saat ini.Baju yang sudah Robek dan terbakar,wajah yang berlumuran darah dan goresan luka.Tidak terlihat baik sedikitpun. 𝙊𝙃𝙊𝙆 Itu batuk darah terlalu banyak darah setelah membantu evakuasi dan memadamkan api keira kehabisan mananya. tanpa mengetahui bahwa niat sebenarnya Cosette adalah membuka gerbang iblis. ya dia melawan iblis itu sendirian hanya dengan teknik berpedangnya hingga sekarat seperti ini "Setidak nya Erez sudah mengamankan zeke.." "wah aku tidak tau harus mengatakan ini bodoh atau pengertian tapi.. " "selamat tinggal~" 𝘽𝙍𝙐𝙆 • • • • • • • 𝙃𝙒𝘼𝘼𝙃!! "cup cup sayang.. " "lihatlah sayang Anak perempuan kita cantik bukan?" "ya dia sangat cantik mirip dengan ibunya.. " "ya tetapi rambut hitamnya mirip dengan mu... " "kau benar .. " 'hitam..' "bagaimana jika kita beri nama keira?" " Kurasa nama itu sangat cocok untuk putri kita" "Baiklah " "𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙥𝙪𝙩𝙧𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙣𝙞𝙨 𝙠𝙚𝙞𝙧𝙖 𝘼𝙜𝙧𝙞𝙘𝙚 "
(CC) Attrib. NonComm. ShareAlike
#22
dimensilain
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Althalan Vs Amore
  • Rayuan Untuk Liby [Berlangsung]
  • reject mate (On Going)
  • Arkan&kiara
  • Only for Villainess (Tamat)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Mother Of The Demons
  • Queen Mafia & Demon

Jangan lupa follow Ig: ZinniaPeruviana Di hadapan Althalan, seorang wanita berlutut, menggenggam tangannya yang dingin. Amore. Wajahnya pucat, air matanya bercampur dengan rintik hujan yang membasahi pipinya. Perutnya yang membesar menandakan kehidupan yang sedang ia lindungi-anak kembar yang masih belum lahir, darah daging Althalan. "Kamu nggak boleh mati, Alva...!" "Kamu janji bakal ngebesarin mereka bareng aku, kan?! Kamu nggak boleh pergi sekarang!" Althalan terkekeh lemah. Darah mengalir dari sudut bibirnya, tapi sorot matanya masih samapenuh dominasi, penuh kepastian. Tubuhnya gemetar, tapi bukan karena ketakutan. "Dengerin aku, Lova..." "Anak kita... mereka akan lahir membawa darah aku... Mereka bakal lebih kuat, lebih kejam... dunia ini nggak bakal bisa ngelawan mereka." Amore menggeleng, air matanya jatuh lebih deras. "Jangan ngomong gitu, dasar brengsek! Mereka butuh kamu! Aku butuh kamu!" "Amore" Suaranya kini terdengar lebih dalam, hampir seperti bisikan maut. "Jangan takut. Aku udah senang karena mereka sebentar lagi akan lahir, mereka warisan yang jauh lebih besar dari apapun, mereka nggak akan tumbuh sebagai manusia biasa." "Kita akan terus bersama, aku akan selalu berada di sampingmu sayang, jangan menangis seperti itu, lihat mereka tidak senang melihat mommynya menangis! Mereka adalah dua pilar kehidupan, Walaupun aku sudah tidak ada didunia ini aku berjanji, akan terus melihatmu bahagia bersama kedua anak kita sayang!" Hujan terus turun, membasahi wajahnya yang semakin pucat. Aura iblisnya berputar semakin liar, sebelum akhirnya menghilang bersama helaan napas terakhirnya. Althalan, akhirnya berhenti bernapas. Namun, di balik keheningan yang menyakitkan, dia bisa merasakan sesuatu yang lain dua kehidupan kecil yang sedang berkembang di dalam dirinya. Anak-anak mereka. Dengan mata yang masih dipenuhi air mata, Amore menunduk, bibirnya bergetar. "Mereka akan lebih kuat dariku..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines