We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Sonya
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Fri, Jun 24, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Tagsluka
Tubuh Gavin lemas, melihat darah berceceran dilantai dan aja juga yang mengotori bajunya. Tepat dibelakangnya terdapat sonya yang melihat tatapan kosong. Kakinya melemas, sonya menangis sejadi jadinya Mendengar suara tangisan gavin segera menolehkan kepalanya, betapa terkejutnya gavin melihat sonya berada tepat dibelakang nya. Gavin menghampiri sonya, " Hey sayang aku tidak sengaja melakukannya, yang kamu lihat nggak semuanya benar", jelas gavin dengan suara bergetar. "AKU LIHAT GAVIN, AKU LIHAT SEMUANYA", bentak sonya masih dengan derai air mata yang semakin lama semakin deras. *** Kira kira apa yang diperbuat gavin kepada sonyaa? *** Banyak typo bertebaran maklum ini cerita pertama akuu Semoga kalian sukaa cerita akuu ya hehehe SELAMAT MEMBACA
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Katanya Jadi Anak Terakhir Enak - WOONHAK [Terinspirasi dari kisah nyata]
  • SAD GHOST 6 ✓
  • Complete (END)
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • Hope is a dream that is doesn't sleep
  • RHEYHAN PRAMUDYA (ON GOING)
  • GUNFA
  • SELA ta KEY [END]
  • " To Love ,To Lose "

Sejak hari itu, ayah tak pernah lagi menginjakkan kaki ke rumah. Tapi bayangannya masih menempel di tiap sudut di kursi kayu ruang makan, di seragam kerja yang masih tergantung di lemari, bahkan di kepala Wilano yang mulai sulit membedakan antara rindu dan benci. Dan suatu sore, saat langit menggantung kelabu dan gerimis turun perlahan, ledakan itu terjadi. "Gue bakal ke rumah Ayah bentar, mau ngobrol langsung," kata Rian pelan, mengambil jaketnya di gantungan. Suaranya hati-hati, tapi cukup untuk membakar emosi Seno yang sejak pagi sudah seperti bom waktu. "Ngapain lo ke sana?! LO PILIH DIA?!" Semua yang ada di ruang tengah menoleh. Suara Seno menggelegar, membuat udara di rumah seperti bergetar. Rian menoleh cepat, matanya melebar tak percaya. "Gue cuma mau bicara, Sen. Dia tetap ayah gue juga. Lo gak bisa larang gue ketemu orang yang selama ini ngerawat gue!" sahut Rian, nadanya naik. "Dia bukan ayah lo. Dia pengkhianat. Dan siapa pun yang masih mau bela dia... gak layak tinggal di sini." Suasana berubah tegang. Jaya berdiri setengah badan, siap menengahi kalau sewaktu-waktu keadaan makin memanas. Theo mengerutkan alis, tapi tetap tak banyak bicara. Wilano menatap semuanya dengan mata membesar. Dia tak mengerti, mengapa semuanya harus sejauh ini. Leon, yang sedari tadi diam, berdiri perlahan. "Kalau lo pikir begitu... gue ikut Bang Rian."

More details
WpActionLinkContent Guidelines