RED VELVET; The Story Begin

RED VELVET; The Story Begin

  • WpView
    LECTURAS 35
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jun 14, 2022
Mereka terus membicarakan Beludru Merah bahkan saat pertama kali aku menginjakkan kaki di kota ini. Katanya 'mereka' sudah memakan korban sekitar 7 orang laki-laki sebelum kedatangan ku. Awalnya ku kira Beludru Merah itu warna, nyatanya mereka adalah buronan yang sedang dicari keberadaannya. Ada yang bilang kalau mereka menggunakan kekuatan gelap dan melakukan ritual-ritual aneh. Aku adalah gadis yang selalu berpikir logis, mana mungkin aku percaya hal seperti itu. Hingga aku tersadar bahwa mereka ada kaitannya denganku. Dengan masa laluku.
Todos los derechos reservados
#512
yeri
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Complete (END)
  • PSYCHO
  • Vivente
  • Story Life ✓
  • Criminal ─ Seulrene ✓
  • PLAN A [BLACKVELVET]✔️
  • EYEICE (END) ✔️✔️
  • Who's A Badgirl
  • Broken Silence [SEULRENE]

"Ya, kau tidak punya mata? Lihat, buku ku jadi kotor!" Sosok yang sedang membersihkan seragamnya tersentak kaget mendengar pekikan tersebut. Matanya berkedip tidak percaya. Heol, jelas-jelas dia yang korban disini. Mengapa jadi dia yang di salahkan? Memberanikan diri, dengan perlahan dia menatap gadis bertopi di hadapannya itu. Seketika gadis berseragam sekolah itu menelan salivanya susah payah mendapati tatapan tajam di balik kacamata hitam tersebut, seakan siap menerkamnya saat ini juga. "J-jongsahamnida. Nde, aku yang salah," Yeri membungkuk dalam. Hanya cara ini yang terpikirkan olehnya. Yap. Gadis itu adalah Yeri baru saja pulang sekolah. Dia memutuskan untuk membeli minuman susu di tempat favoritnya sebelum pulang ke rumah. Tapi malah berakhir seperti ini. Joohyun menggeram kesal sambil melepas kacamatanya, mencoba menahan amarahnya yang siap meledak. "Aish, bisa-bisanya kau membuat ku kesal seperti ini," Hari pertamanya di kota kelahirannya saja sudah di sambut dengan hal seperti ini. Bagaimana kedepannya nanti?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido