We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Auntie Fighter

Auntie Fighter

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 27, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
Enemies to Lovers
Apes banget kisah gue di ibu kota. Berasa jadi anak tiri di tengah kejamnya Jekardah yang makin hari panasnya kayak tempat simulasi neraka. Bayangin aja, ketika lo udah mau diterima kerja, tapi tiba-tiba bos lo berubah pikiran cuma karena lo punya dua buntut yang sebenarnya itu cuman kesalahanpahaman belaka, nasib mana yang sangat kau dustakan wahai human jagat raya?! Belum lagi tuntutan hidup di ibu kota enggak main-main cobaannya. Ya Tuhan, tolong kirimkan pangeran berkuda sekarang juga buat Veya! Mau nyerah, tapi duo kembar itu selalu bilang ke gue. "Onti, semangat ya!" Emang bisa banget ya tuh duo kembar ambil hati gue yang lembut ini. Hikssssss kan jadi enggak tegaaaa. This story is original version, fresh from my mind. WARNING! "Per favore, non plagiare. Grazie." [Please don't plagiarize!] [Tolong jangan jadi plagiat ya!] :)) Cover Design: A combination of materials from Pinterest and Canva.
All Rights Reserved
#86
fighter
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • ONESHOOT 21+
  • Clause of Us
  • Silent Traces by the Sea
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • Círculo del Destino
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines