LEMBAYUNG

LEMBAYUNG

  • WpView
    LECTURAS 14
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida vie, mar 4, 2022
WpInfo
No ficción
Desau angin siang itu mendadak terhenti. Kicau burung dan suara berbagai jenis binatang pun seolah sirna. Tak ada gemeretak ranting pohon yang patah, maupun gemericik air pada anak sungai yang tak jauh dari sana. Sedetik kemudian cahaya matahari pun seakan bertahan pada panas yang sama. Waktu seolah berhenti. Kehidupan seakan terjeda pada satu titik yang hampa akan udara. Tak ada helaan napas ataupun kedipan kelopak mata. Hanya hening yang menekan semakin kuat hingga dada seseorang yang mengalaminya akan meledak tanpa suara. Dan itulah detik terakhir baginya berada di dunia. Karena selanjutnya ia akan melanglangbuana di alam baka. Sungguh mengerikan ilmu kanuragan ini, karena ia mampu menghabisi seseorang dalam diam tanpa suara. Tanpa senjata dan luka menganga. Tanpa satupun orang mengetahuinya. Hanya korban dan pemilik ilmu kanuragan tingkat tinggi yang disebut dengan Senyap, yaitu Lembayung namanya.
Todos los derechos reservados
#272
laga
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Senja Termendung
  • AIR MATA IBLIS : untold story of Kanaya
  • Cahaya Gemintang (CH!Indonesia)
  • The Space Between Us
  • Tiger Man
  • peluk yang ku rindu

Di bawah lapisan hangat seragam putih biru kusut, Senja Gitarja, sang pahlawan bagi dirinya sendiri kini hadir di dalam gelap dinaungi serigala bertubuh tinggi besar, berseibo hitam berlapis topeng. Benar, serigala-serigala itu bagai manusia yang ia jumpai semasa masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, di pagi hingga siang hari yang terhitung panjang. Dalam tundukan kepala yang penuh gelap dan rasa ketidakdilan. Pantaskah mereka yang buruk didekap kehangatan bagai tak punya rasa bersalah sama sekali? Pantaskah kesalahan seluas samudra menciut hingga tak terlihat bagai sebutir debu? Pantaskah kebaikan tertutup salju tebal lalu hilang entah kemana sebab buah hasut-menghasut para bedebah? Pantaskah kami, para manusia-manusia yang hanya punya pendirian diri tak disanjung sama sekali oleh dunia? Lalu pantaskah mereka yang tangannya kotor bak membunuh temannya sendiri di hutan belantara yang gelap dan sedikit udara, bermain dengan kehangatan yang kami impi-impikan? Berapa banyak manusia yang akan kau samakan nasibnya sama seperti kita-kita ini, bedebah? 2 bulan menuju kelulusan ialah bulan-bulan kami para 'yang disingkirkan' untuk menikmati api panas yang dicipta oleh mereka. Tolong, bertahan sebentar untuk ini, 6 kawanku. Kelak di hari kelulusan tiba kita berlomba-lomba jadi juara berpredikat orang paling bahagia di dunia.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido