Lepasin Raga ra ,jangan egois".
"Lo bilang gue egois ,bagaimana dengan lo? Lo bahkan udah ngembil semua yang gue punya ,dan sekarang lo minta gue lepasin Raga, LO GILA ?!!". Ucap Fara dengan sorot mata tajamnya.
"Gue penyakitan ra ,semua orang kasian sama gue .dan mereka akan ngasih apa pun demi kebahagiaan gue termasuk Raga sekalipun yang gue mau".
Fara terkekeh sinis " raga bukan barang yang bisa lo ambil dengan segampang itu ".
"Ck, fara fara . Apasih yang lo pertahanin ,jangan bodoh ra. Bokap lo aja lebih milih gue di banding lo ,begitupun juga Raga cepat lambat Raga akan datang dengan sendirinya ke hadapan gue ".
"Jangan terlalu percaya diri,gue masih mampu pertahanin Raga .jadi lo jangan berharap bisa ambil Raga dari seorang FARAYA". Ucap Fara penuh penekanan.
Sorot matanya begitu menyirat banyak keraguan ,tapi Fara yakin ia bisa mempertahankan apa yang menjadi miliknya.
"Cmon, Raga juga belum tentu mau sama
lo " lanjutnya.Fara tersenyum miring setelah mengatakan itu.
"LO!!". marah gadis itu.
Belum sempat melanjutkan ucapannya,gadis itu jatuh pingsan. Setelahnya ada seorang pria yang menghampiri mereka.
[FOLLOW ME BEFORE READING.]
Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia.
Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi.
Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja?
Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun.
Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya.
Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu.
Setidaknya, sampai mati.
[PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]