BUMI DAN TAKDIR

BUMI DAN TAKDIR

  • WpView
    Reads 472
  • WpVote
    Votes 240
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 24, 2022
(HANYA SEKEDAR PENULIS AMATIR) (JANGAN LUPA FOLLOW) "jangan pernah berhenti menulis kisah ini...." -TERBANG BERSAMAKU BAGAIKAN KISAH DARI HIDUP. Rumah aku dimana? aku gapunya siapa-siapa... "cerita ini aku sedikit termotivasi dengn kehidupan sekrng tentang bagaimana dunia menjadikan kita sebagai salah satu TOKOH dalam dunia". "aku seorang remaja perempuan, yang dihadirkan kedunia sebagai seorang remaja yg memiliki kisah kehidupan dicerita dia sendiri". cerita ini lebih ke arah tentang kehidupannn
All Rights Reserved
#711
world
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Empty | 00L NCT Dream
  • Arshaka Heizen Lergan
  • Faplame ✔
  • You Promised [END]
  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • FEARLESS || JAYISA
  • save me
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • ALLAND
  • Broken melodies

Di panti asuhan adalah hal yang bahagia untuk mereka. Byan yang tidak tau keberadaan kedua orang tuanya dan hanya di nafkahi oleh kakek dan neneknya yang sedang mengurus perusahaan di luar kota bahkan luar negeri, Arlen yang jarang bisa merasakan kehangatannya sebuah keluarga dan hanya bisa merasakannya saat runtuh atau berhasil, Galih yang merupakan anak dari ibu dan bapak dari panti asuhan dan merupakan anak tunggal, dan yang terakhir adalah Juna yang tidak tau arti kehangatan keluarga sebenarnya itu apa. Punya banyak teman, punya adik-adik asuh, juga bertemu dengan banyak orang tua yang terpaksa menitipkan anaknya ke panti untuk urusan di luar kota bahkan ada yang sampai di luar negara. Bagi Byan, bertemu dengan teman-temannya adalah keberkahan sesungguhnya. Kalau ada yang mau merawatnya pun, dia tak butuh. yang di butuhkan adalah tiga sahabat nya. Mereka sudah saling bergantung satu sama lain. Bahkan kalau bisa, Byan menyerahkan hidupnya demi kebahagiaan sahabatnya. "Sahabat gue harus tau rasanya kebahagiaan." -Byan "Kita itu satu. Kita tetap kita. Empat tetap empat. Ga kurang, ga lebih." -Arlen "Yang gue butuh itu kalian. Gue butuhnya kalian. Selain kalian, ga ada lagi!" -Galih "Dari kecil bareng, sedih bareng, main bareng, nangis pun bareng. Makan aja kadang bareng. Kalau mati? gue sendiri aja. Lo semua bahagia aja dulu, ya?" -Juna [100% FICTION] [Friendship] [Harsh words]

More details
WpActionLinkContent Guidelines