Eldara Revalina[On Going]

Eldara Revalina[On Going]

  • WpView
    Reads 3,130
  • WpVote
    Votes 376
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 26, 2023
"A-aku hamil kak" ucap seorang gadis dengan kepala menunduk. ups mungkin sekarang dia lebih cocok dipanggil seorang wanita. "Lu yakin tuh anak gua? bukannya lu emang wanita penghibur? udah berapa banyak orang yang nidurin lu? ck gua ga bisa lu tipu sialan! kalo pun itu anak gua, lu gugurin aja biar gua yang bayar biaya aborsi nya!" jawab seorang laki-laki yang duduk dengan angkuh nya Ini cerita tentang Eldara Revalina seorang gadis yg hidup dengan segala penderita yang ditanggungnya. Mulai dari kekerasan fisik hingga mental,yang dia alami dirumah,dan di sekolah. Ditambah lagi dengan kehadiran Rayyand Marhendra, seorang laki-laki yang mengambil kehormatan Eldara yang ia jaga selama 17tahun, hingga Eldara hamil tetapi dia malah menyuruh Eldara untuk menggugurkan kandungannya itu.
All Rights Reserved
#912
pregnant
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puing luka
  • ZAVIAR and HIS MISTAKES
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Disty and The Baby
  • DISA | broken
  • Casela (Tidak Lanjut)

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines