Busur Berwarna (SELESAI)

Busur Berwarna (SELESAI)

  • WpView
    LECTURES 134
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Chapitres 8
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., mars 6, 2022
Dunia ini bukan seperti dunia sekarang, yang dengan mudah kita bisa membuat warna dan memilih warna apa yang ingin kita gunakan. Tidak! Tidak seperti itu. Tetapi dunia ini juga bukan dunia hitam putih seperti tampilan televisi jadul. Bukan seperti warna yang ada pada koran-koran lama yang biasa dijual oleh abang-abang di depan rumah di sore hari. Ini adalah sebuah dunia yang punya warna, namun masih mencari banyak warna-warna lainnya. Ini adalah kisah Redo, Aning, dan juga Liru untuk mencari warna-warna kehidupan dalam dunia mereka. Redo, pemuda satu-satunya yang identik dengan warna merah, semua yang ada ditubuhnya berwarna merah. Aning, pemudi yang identik dengan warna kuning, semua yang ada ditubuhnya berwarna kuning. Dan terakhir ada Liru, yang identik dengan warna biru, dan semua yang ada ditubuhnya adalah warna biru.
Tous Droits Réservés
#31
plot
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • in ROOM
  • THE SECOND ENDING [END]
  • Hutan Terlarang [END]
  • The Seekers of The Lost Hope | END
  • Red String
  • Cermin di Ujung Jalan
  • Agape [FANTASI KERAJAAN]
  • Treachery
  • Lingkaran Merah
in ROOM

Apa yang kau lakukan jika setiap harinya kau terbangun di ruangan yang tidak kau kenal di dalam sebuah fasilitas layaknya seorang pasien-tahanan? Apa yang kau lakukan jika ada rentang memori yang hilang dalam benakmu? Apa yang kau lakukan jika kegiatanmu dalam delapan jam kedepan akan kau lupakan meski kau tak berniat untuk itu? Dan apa yang kau lakukan jika petunjuk yang kau punya hanya tiga kalimat yang terus berdengung dalam kepalamu, 'Ada sesuatu ditubuhmu.' 'Kau lihat, jangka waktu memorinya hanya sekitar tujuh jam.' 'Terlalu berbahaya membedah otaknya.' Aku mengalaminya... Entah berapa tahun aku seperti ini, dan aku bahkan tak pernah melihat wajahku lagi sama sekali. Tidak ada cermin, tidak ada petunjuk waktu yang jelas, dan tidak ada istriku disini. Dan itu terjadi hari demi hari. Hingga suatu hari, kesempatan untuk 'cari tahu' itu datang.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu