Just a Dream

Just a Dream

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 23, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Aku mengaguminya, Bahkan mungkin dari rasa kagum menjadi CINTA!!! Fiola Anatasya biasa di panggil Ana. Dia memiliki paras yang cantik bahkan di sekolahnya sering di juluki queen girls, begitu juga sifatnya yang baik hati kepada semua orang. Namun, siapa sangka di balik keceriaannya dia menyimpan banyak luka. Gio Sanjaya biasa di panggil Gio. Dia anak pertama dari keluarga terkaya nomor 1 di dunia. Memiliki paras yang tampan, hidung mancung, alis tebal, warna mata biru terang. Namun disisi lain Gio terlalu cuek, bodoamat dan sikapnya dingin atau bisa di sebut kulkas berjalan. _________________________________________________ " Jika memilikimu hanyalah mimpi, mungkin dengan mengagumi mu dalam diam itu jalan yang tepat". _ Ana " Jangan pernah masuk, jikalah untuk main-main". _ Gio
All Rights Reserved
#332
12
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Being a Good Papa [ End ]
  • EXPECTED ✔
  • BIRUNYA CINTA
  • 3 [ex] Tuan Muda
  • Antara Kau dan Dia [ Stray Kids - Eskalokal ] ✔
  • Caelus Kenjio V.E (Revisi)
  • Biar Waktu Yang Bicara
  • Lihat aku ayah (Revisi)
  • FIRST LOVE (END)

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

More details
WpActionLinkContent Guidelines