ALBIRU || Huang Renjun

ALBIRU || Huang Renjun

  • WpView
    Reads 213
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Mar 30, 2022
"Dahulu, Albiru Faeyza adalah seorang lelaki yang sangat berperan besar di dalam hidup ku. Bagaikan hujan tanpa petir, jika tidak ada biru disini hidupku akan terasa hampa. Bahkan aku bisa berangsur gila pada akhirnya. Tapi pada akhirnya, semua yang aku kira akan baik baik saja bertimbal balik menjadi sangat tidak baik baik. Biru berubah, biru bukan lagi seperti biru yang awal aku kenal, biru sangat kasar, bahkan ia sering kali mengancamku untuk diam jika kita sedang berkelahi. Biru selalu bermain fisik, biru selalu menampar ku bahkan tak segan segan dia mengataiku gadis murahan. "SAYA MAU KAMU MENGERTI BAHWA KITA BERBEDA ASHA!" - Albiru Faeyza "Melupakan mu tidak semudah meninggalkan mu biru.." - Arasha Shaquita Maribel. Kira kira begitulah, tapi aku tidak bisa melepas biru begitu saja. Hidupan ku, semesta ku, kebahagiaan ku tertata rapih pada biru, jika aku pergi, benteng hidupku hancur. Dan semua kenangan tentang biru saat ia bersamaku akan memudar begitu saja." • • • 13+ - Adegan kekerasan - Pembunuhan (MOHON BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Only for Villainess (Tamat)
  • Personality
  • Lautan
  • REVENGE [BL] || End S1✔️
  • dimana janji tersebut
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • Tentang Biru [End✓]
  • Senja di Langit Biru [Complete]
  • "The Villainess Doesn't Wanna be Here" [✓]
  • SUARA BIA (TAMAT)

Salah satu impianku adalah bisa merasakan nikmatnya menjalani kehidupan makmur; kenyang, tidak perlu memikirkan masalah ekonomi, dan satu-satunya masalah hidup hanya memikirkan "besok mau makan apa?" Nah, jenis kehidupan damai, mapan, dan nyaman seperti itulah yang aku dambakan. Akan tetapi, begitu kematian mendekat dan ajal berhasil memutus napas kehidupan dariku; aku justru menempati raga salah satu tokoh antagonis sampingan dari novel yang sangat aku gemari: Ruby! Tidak masalah andai aku pindah ke tubuh Ruby ketika dia sudah menjadi orang kaya! Namun, .... "Anak tidak berguna!" Begitu mendarat wali asuh Ruby sibuk menghajarku dengan tamparan. Hei, ini bukan jenis transmigrasi yang aku dambakan! Biarkan aku hidup sebagai warga makmur dan tenteram, bukan korban kekerasan dalam rumah tangga! Apa gunanya transmigrasi bila harus bersusah payah dari awal? *** "Jadi, dia putri adikku?" Armand, kakak dari mendiang ayah kandung Ruby, membawaku pindah dari rumah "Tangisan Anak Tiri" menuju kediaman Aveza. "Kenapa dia begitu dekil?" Pearl, anak perempuan Armand, langsung mengataiku sebagai warga kelas bawah. "Barangkali Ayah salah anak." Alex, anak lelaki Armand, menganggapku sebagai sebuah kesalahan. Hei, kenapa aku harus berhadapan dengan pedihnya kehidupan remaja? Tidak bisakah aku menerima kunci emas sebagaimana penerima transmigrasi dunia? Sudah cukup berat hidup di dunia nyata, aku tidak perlu menghadapi dilema remaja kedua kalinya! "Kau keponakan orang sekelas Duke Aveza?" Sislin, tokoh utama pria, ternyata lebih menyebalkan daripada penggambaran novel. "Enyah!" Viren, big villain, menandaiku sebagai sampah masyarakat. Kepada para tokoh utama dan antagonis, tolong biarkan saya hidup damai dan tenteram serta bahagia. Terima kasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines