Di antara ribuan kilometer jalan raya, ternyata perjalanan terjauh yang kutempuh adalah jatuh cinta kepadanya. *** Jalena Adhisty Mahardika hanya berniat menumpang ke Jakarta. Ia tidak pernah berniat jatuh cinta. Apalagi kepada Tama Adityan Prabowo, seorang sopir truk yang lebih akrab dengan muatan bawang, semen, kambing, dan jalan lintas provinsi daripada makan malam romantis atau kencan di akhir pekan. Namun satu kali menumpang berubah menjadi dua kali. Dua kali berubah menjadi kebiasaan. Dan sebelum Jalena sempat menyadarinya, kursi penumpang di samping Tama mulai terasa lebih nyaman daripada tempat mana pun yang pernah ia datangi. "Kamu malu, kan?" tanya Tama suatu malam. "Kamu malu karena pacar kamu cuma sopir truk sedangkan kamu sarjana." Jalena menatap lelaki itu cukup lama hingga Tama mulai menyesali pertanyaannya sendiri. "In this economy, having a partner with financial freedom is a jackpot. And I have you." "Kebiasaan!" gerutu Tama. "Udah tahu pacarnya tolol masih pakai bahasa Inggris." Senyum Jalena langsung melebar. "Aku bilang aku menang lotre, Mas." Tama hanyalah mantan sopir truk yang berhasil mengubah satu kendaraan menjadi puluhan kendaraan. Masalahnya, lelaki itu masih mengira dirinya cuma sopir. Sementara Jalena sudah lama menganggap dirinya masa depan. Sebuah kisah cinta antara mahasiswi yang sedikit matre, bos truk yang terlalu rendah hati, dan perjalanan panjang yang dimulai dari sebuah tumpangan menuju Jakarta.
More details