Ankhaleena

Ankhaleena

  • WpView
    Reads 131
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 12, 2022
Memiliki ketakutan tersendiri di dalam hidup ini tak bisa Anka ungkapkan terhadap orang lain. Menjalankan kehidupan yang tidak diinginkan oleh dirinya sendiri, membuat Anka merasa tercekik setiap saat. Pandangannya buram saat melihat ke belakang, ia tidak mau mengingat kejadian yang membuat dirinya selalu merasa lemah karena tak bisa melakukan apapun untuk kejadian masa lalunya. ** "Aku harap aku bisa terlahir berbeda..." ** "Ayo kita keluar dari labirin ini bersama-sama" "...kita?" "Iya kita, kamu harus yakin sama kehidupan yang udah ditentuin sama Tuhan" "Kalo gitu gandeng tanganku yang erat ya Fan, jangan buat aku sendirian lagi" **
All Rights Reserved
#103
liaitzy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • DOPAMINE [HIATUS]
  • RIRI NATARI [END]
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Lepas, lalu tumbuh ||On Going||
  • Homesick [END]
  • Sergio | Haechan
  • MY CADEL - Febri Hariyadi

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines