Ankhaleena

Ankhaleena

  • WpView
    Membaca 131
  • WpVote
    Vote 23
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Mar 12, 2022
Memiliki ketakutan tersendiri di dalam hidup ini tak bisa Anka ungkapkan terhadap orang lain. Menjalankan kehidupan yang tidak diinginkan oleh dirinya sendiri, membuat Anka merasa tercekik setiap saat. Pandangannya buram saat melihat ke belakang, ia tidak mau mengingat kejadian yang membuat dirinya selalu merasa lemah karena tak bisa melakukan apapun untuk kejadian masa lalunya. ** "Aku harap aku bisa terlahir berbeda..." ** "Ayo kita keluar dari labirin ini bersama-sama" "...kita?" "Iya kita, kamu harus yakin sama kehidupan yang udah ditentuin sama Tuhan" "Kalo gitu gandeng tanganku yang erat ya Fan, jangan buat aku sendirian lagi" **
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#278
toxic
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Lepas, lalu tumbuh ||On Going||
  • Family Absurd (Tamat)
  • Let Me Love You Longer
  • RUMAH;Menata Hati yang Hampir Mati
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Kue Manis & Rasa Pahit | Hyuckna
  • Homesick [END]
  • Sergio | Haechan

Kini kau datang membawa sesal-sesalmu datang terlambat, seperti hujan yang turun setelah api yang telah habis membakar segalanya. Setelah kau putuskan dengan mantap melangkah di jalan yang kau sebut terbaik, tanpa menoleh ke belakang, bahkan kau seperti tak sudi lagi menggenggam tanganku, nyatanya ini juga tangan yang dulu dengan senang hati merangkulmu dikala sedih dan menyambut rapuhmu kala kau tak sanggup berdiri. Kau belah 'kita' menjadi dua yang asing 'aku' dan 'kamu', tanpa ragu, seolah semua kenangan tak lagi berarti, seolah cinta tak pernah menjadi alasan untuk kita bertahan. Kau tak tahu saja, tulus ini tiada yang jual di pasaran. Kelak jika nanti dia yang kau pilih tak lebih dari aku, ingat satu hal dariku ; hati yang pernah terluka tak selalu ingin disembuhkan oleh tangan yang sama yang membuatnya retak.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan