TRIGONOLIFE

TRIGONOLIFE

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 9, 2022
Ini adalah kisah seorang pemuda bernama Esailand Feliciano, pemuda yang memiliki senyum manis nan tipis itu mengalami mati rasa diusia muda. Dia terjebak di zona ruang hampa dalam 'Tiga sudut kehidupan' -Nya. Siapa sangka pertemuannya dengan seorang gadis bernama Laurie Algresia dapat mengubah hidupnya. Si gadis pengganggu cerewet dan ceroboh itu mencoba menarik Esai dari zonanya. Bersama ruang dan waktu mari kita saksikan tindakan apa yang Esai lakukan? Menggapai uluran tangan dari Laurie atau tetap berdiam diri di zona perangkapnya? ______________ "Hidup tanpa bermimpi sama seperti air laut yang kehilangan garam." - Laurie Algresia "Lebih baik hampa daripada terluka, karena tidak semua luka memiliki obatnya." - Esailand Feliciano
All Rights Reserved
#12
pengganggu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • Friendzone
  • Heart to you.(END)
  • Angel Baby
  • [END] Blind Rainbow
  • CLOSER
  • Lelah Dilatih Rasa [END]
  • Remaja dan Lukanya [END]
  • ARGANTA.

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia Alesya, gadis dengan senyum selebar cakrawala, tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur."

More details
WpActionLinkContent Guidelines