Akademi Chaos:Vol 1.datang Dan Hajar

Akademi Chaos:Vol 1.datang Dan Hajar

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 26, 2022
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Jemi adalah mantan ketua geng di sekolah SMA rampid.ketika sekolah akan mengakhiri musim pembelajaran,dia membuat kekacauan yang berakhir dirinya di keluarkan dari sekolah.beruntung ibunya memiliki teman seorang kepala sekolah di sekolah akademi kota antah berantah.apakah yang akan di hadapinya di sekolah barunya. "Apakah arti pertemanan?" "Mengapa semua yang terjadi tak sesuai keinginanku?" "Setiap kali mengingatnya terdapat rasa getir yang menghantui" "Apakah ini akhirnya?" "Jika iya,tolong bangunkan aku dari mimpi buruk ini"
All Rights Reserved
#79
konspirasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 12 Titik Balik (END)
  • JAWARA SANTUY 2
  • rebels
  • Lelaki yang Menyimpan Senja di Matanya
  • Become an unknown extra character in the novel
  • Lonceng Akhir yang Tak Pernah Berbunyi [TERBIT]
  • TroubleKiller Season 2
  • Dear Genta

(Sudah revisi) SMA Garuda Merah, sekolah megah penuh ambisi, kini menjadi kandang maut bagi dua belas jiwa muda. Dalam satu malam penuh misteri, gerbang terkunci, listrik padam, dan suara Kepala Sekolah menggemakan perintah mematikan: "Bertahanlah, atau hancur bersama waktu." Aneth, gadis tangguh namun rapuh, harus memimpin teman-temannya menari di ujung pisau. Persahabatan diuji, cinta dipertaruhkan, dan pengkhianatan berbisik di setiap sudut gelap lorong sekolah. Malam-malam panjang penuh teriakan dan isak tangis, membuat solidaritas pecah. Saat darah membasuh lantai sekolah, dan satu per satu nyawa direnggut, Aneth sadar: di permainan ini, tidak ada pahlawan - hanya korban dan pengkhianat. Di ujung segalanya, saat tubuh-tubuh yang dulu hangat kini membeku, Aneth berdiri sendiri, menggenggam bendera yang kini basah oleh darah. Dari balik jeruji tak kasat mata, ia menyadari: yang tersisa dari hidup bukan kemenangan, melainkan luka yang abadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines