AMERTA; Who's That?

AMERTA; Who's That?

  • WpView
    Membaca 54
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Apr 24, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
Air mata terus bercucuran, mengalir tanpa henti, menyesakkan dada hingga rasanya cara bernapas pun lupa. Ia menyaksikan semuanya. Gadis kecil berumur 13 tahun itu diam membisu, berdiri di sudut ruangan, menatap satu persatu raut wajah orang-orang. Gadis itu dibiarkan sendiri, dipaksa menerima sebuah kehilangan yang bisa membuat setengah jiwanya terasa mati. "Sekarang aku sendiri, ya?" ••• Kayla, sejak 4 tahun yang lalu kehidupan nya kembali damai. Memutuskan untuk menganggap semua yang terjadi di masa lalu hanyalah 'mimpi buruk'. Tetapi, hidupnya yang damai itu harus kembali terusik ketika seorang lelaki tiba-tiba muncul di hadapannya. Mengatakan sesuatu yang mampu membuat dirinya terguncang hebat. "Apa sebenarnya tujuan lo?" "Mengungkap siapa dalang di balik kematian saudari lo." ••• Note: ⚠️ Maaf bila ada kesamaan nama tokoh, latar belakang, tempat, dll, karena hal tersebut tidak di sengaja. ⚠️ Mengandung kata-kata kasar, adegan-adegan kekerasan, pergaulan bebas, dll. Maka dari itu, harap bijak dalam membaca. ⚠️ Jangan melibatkan kehidupan pribadi visual para tokoh dengan cerita ini. ⚠️ Dilarang untuk memplagiat. Terimakasih atas pengertiannya. Selamat membaca ^⁠_⁠^ Start: 30-03-2024
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#866
psycho
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Why you Comeback
  • SELF LOVE
  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • My Home [Hujan Series]
  • Broken Enough
  • Let Me Love You Longer
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Keyla [COMPLETED]

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan