Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Magnolia

Magnolia

  • WpView
    Membaca 13
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mar 6, 2022
WpInfo
Fiksi Penggemar
TREASURE
Dasar pria stres gila gak waras gua sumpahin lu gak punya jodoh " racau Lia tepat di depan telinganya. Pria itu berhenti mengutak Atik ponsel Lia setelah menyelesaikan keperluannya lalu berbalik arah menoyor dahi Lia dengan keras hingga wanita itu sesekali terhuyung ke belakang. "Dasar bodoh, jodoh gue kan lu " ucap sang pria. Tak percaya dengan kalimah yang di lontarkan baru saja oleh seorang pria asing di hadapannya ini jelas Lia tak terima, walau bagaimanapun Lia tetaplah Lia yang selalu menjaga dan membatasi setiap pertemanan dengan pria. "Berani beraninya Lo .." tak sempat mengucapkan kalimatnya, "Chuup .." sebuah benda kenyal lebih dulu membungkam mulutnya, bagai di sambar petir di tengah hujan Magnolia membulatkan matanya kaget atas tindakan dadakan yang di sebabkan oleh oknum pria tak di kenal di hadapannya. 3 detik kemudian Lia sadar lalu mendorong dada bidang pria tersebut, setelahnya lari menjauh menuju kelas dengan wajah yang kesal dan perasaannya yang campur aduk. "Hmm seru juga " ucap pria setelah melihat kelakuan aneh yang di dapati dari seorang Magnolia jenandra. Seolah menemukan permainan yang menarik bagi dirinya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
wanatabeharuto
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • CintaBumiAlam
  • UNDER SEVENTEEN
  • Silent Heart!
  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]
  • The Beauty Inside(Complete)

Tepat di depan mata. Raiya seakan membeku disana, matanya nggak terlepas dari mobil yang baru saja terlempar tepat di depannya. Entah kenapa keadaan seolah semakin mendramatisir, hujan turun dengan derasnya sore itu, memadamkan api yang berasal dari ledakan mobil di depannya. Suara sirine ambulans saling bersautan dengan suara sirine mobil polisi, keadaan semakin kacau. Beruntung, yah Raiya bersyukur seseorang yang berada di dalam mobil itu sudah diselamatkan sebelum mobil meledak. Dan seketika itu pula, tubuh Raiya langsung limbung terjatuh begitu saja, isakan tangisnya semakin jelas terdengar meski di bawah guyuran hujan. Satu patah kata pun nggak bisa terucap, ingin sekali dia menghampirinya yang sudah berada di mobil ambulans, tapi kakinya masih saja membeku di tempat. Hanya sesak yang terasa. "Kak Chi-ko ...." "Dia nggak akan kenapa-kenapa! Ayo Ray, gue anter pulang sekarang!" ajak paksa seseorang yang sudah berdiri sejak tadi di belakang Raiya, tapi Raiya hanya bergeming. Seseorang itu samasekali nggak menduga kalau hal semacam ini akan terjadi. Liontin yang ada di genggamannya seketika terlepas begitu melihat mobil lamborgini hitam yang sangat dia kenal terlempar begitu saja di depan Raiya. Dia dekap Raiya ke pelukannya, menatap nanar ke mobil yang sudah nggak berwujud itu. Hanya satu yang ada di pikirannya saat itu, penyesalan. "Kak Chiko, itu Kak Chiko, nggak, nggak, itu bukan Kak Chiko, pasti itu bukan Kak Chiko, dia bukan Kak Chiko!"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan