Indoor Games Club!!

Indoor Games Club!!

  • WpView
    LECTURAS 18
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jul 25, 2022
Apa kalian pernah mendengar klub permainan dalam ruangan? Apa sekolah kalian memilikinya? Atau kalian yang mendirikannya? Tidak? Baiklah, kalau begitu selamat datang di Prasmadya International High School. Dimana hanya anak-anak berprestasi atau super kaya saja yang bisa bersekolah dan bersaing disana. Ada tiga tipe siswa-siswi Prasmadya. Satu, yang belajar keras. Bersaing menggapai kedudukan peringkat pertama paralel dan menjadi anggota OSIS. Kedua, yang hanya menumpang duduk saja, alias pergi sekolah hanya untuk pamer. Sekolah bergengsi seperti ini memang pantas untuk dijadikan ajang menunjukkan kekayaan mereka kepada khalayak umum maupun siswa-siswi lain. Dan yang ketiga adalah... Anggota Klub Permainan Dalam Ruangan. Mereka jauh berbeda. Indoor Games Club!! Selamat datang di klub, selamat menggila! ©Eine Kiyoru • 2022-3-7 Genre : Slice of Life, School, Comedy, Mystery, Minor Tragedy, Minor Romance
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Behind The Smile (TERBIT)
  • Reunion of The Year | ✓
  • EROCOM
  • Monosodium Glutamate
  • Keeping up With the Waluyos
  • Saranjana [END]
  • Tobatnya 'Seorang' Buaya ✔
  • Get in the Dark  | DROPPED
  • Hidup Itu Lucu, Asal Jangan Nangis Duluan

| Self discovery | Family & Relationship| slice of life | coming of age | "Behind The Smile" Di balik tawa dan vibes ceria, siapa yang nyangka ada luka yang nggak kasat mata? Ini cerita tentang tiga anak muda yang hidup bareng di satu tempat, tapi masing-masing punya "baggage" hidup yang berat banget buat diomongin. Ada yang struggle banget karena nggak pernah dapet support penuh dari keluarga, terutama soal pendidikan. Komentar negatif dari orang sekitar bikin overthinking nggak kelar-kelar. Ada juga yang tumbuh di keluarga broken home, dipaksa ngikutin mimpi orang tua yang nggak nyambung sama passion-nya. Kasih sayang? Nihil. Dia cuma bisa bertahan karena nggak punya pilihan lain. Terus ada lagi yang mentalnya udah remuk karena sering dibandingin sama saudara atau orang lain. Support emosional dari keluarga? Jangan harap. Mereka keliatan fine di luar, senyum terus, ketawa terus. Tapi di balik itu? Mereka lagi perang sama diri sendiri. Pas hidup makin kerasa toxic dan jalan keluar nggak kelihatan, apa mereka bisa nemuin power buat bangkit lagi? Let's find out their journey-raw, real, and relatable banget dalam "Behind The Smile"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido