Om Tiwat. Uh!!

Om Tiwat. Uh!!

  • WpView
    přečtení 257
  • WpVote
    Hlasy 22
  • WpPart
    Části 2
WpMetadataReadDokončeno sob, bře 12, 2022
WpInfo
Fikce
Romantika
"K- krub" ........... hanya itu, aku tak bisa bersuara, dan sudah ku bilang, tubuhku tidak bisa berbohong. langsung mataku menatap ke arahya dan dapat aku lihat matanya juga menatapku. dengan keberanian yang memang aku tutup-tutupi. aku menyentuh dadanya yang sedikit terbuka dan mencondongkan badanku ke arahya, dan tak lupa aku menyilang kedua kakiku yang kebetulan aku mengenakan celana yang pendek. aku bisa merasakan dia sedikit terkejut, namun itu haya sementara. karna tangan besarnya seketika berada di atas pahaku. ".... pikir akan membutuhkan waktu yang lama untuk meaklukanmu, ternyata semudah ini" ucapnya. owhhh teryata dia juga sudah tertarik dari awal dengan ku. tapi... "apa ....... pikir aku murahan?" ucap ku menantang matanya. aku tidak sedih apabila memang di anggap murahan. "Tidak, karna om tau, kau............. apa yang terjadi? cuss baca gaesssss. vote sebagai uang pajak. happy reading.
Všechna práva vyhrazena
#39
ohm
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • Fake's Lady
  • You're Here, But Not For Me
  • BITCH OF LOVE🔞 ( PoohPavel Short Story ) END
  • Felicity [On Going]
  • Jangan Pergi, Ayi
  • FOREVER OR NEVER - OHMNON ✅
  • One More Chance
  • Luka Yang Kurindu [mewgulf]
  • Wrong Dream

"Kau tau" "Apa?" Lelaki itu menatapku lekat-lekat. Setelah aku menyelematkannya dari kejadian tadi, dia belum berbicara apapun. Dan kata-kata pertamanya adalah itu. "Kau tau aku berbohong kan? Kenapa.. kenapa kau pura-pura tidak tau?!" Teriakannya membuat orang-orang di sekeliling kami melirik dan sedikit mendekat. Aku berusaha mengatakan bahwa kami hanya sedikit bertengkar dari pandangan mata. "Terkadang pura-pura tidak tau itu lebih baik" "Konyol" Apa? Sekarang dia menertawakan ku yang sudah menyelamatkannya? Dasar bocah tidak tau balas budi. "Tapi kenapa kau tau jika aku berbohong?" Aku tertawa geli. Sekarang pasti dia menatapku dengan tatapan bodohnya seakan mengatakan 'kenapa kau tertawa?' Setelah aku selesai melepas tawaku, aku menatapnya dengan tatapan meremehkan. Tatapan yang biasanya kupakai saat pergi ke perkumpulan kelas atas. "Kau tau?. . . " Aku menghentikan perkataan ku sambil menyembunyikan eskpresi di balik rambut. Sampai aku mengangkat kepala dan lanjut mengatakan "Seorang pembohong tidak bisa membohongi sesama pembohong" Melangkahkan kaki dan meninggalkan pria bodoh itu dengan ekspresi yang sama bodohnya dengan kebohongan yang dia buat. [Fake's Lady]

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu