"Kau tau" "Apa?" Lelaki itu menatapku lekat-lekat. Setelah aku menyelematkannya dari kejadian tadi, dia belum berbicara apapun. Dan kata-kata pertamanya adalah itu. "Kau tau aku berbohong kan? Kenapa.. kenapa kau pura-pura tidak tau?!" Teriakannya membuat orang-orang di sekeliling kami melirik dan sedikit mendekat. Aku berusaha mengatakan bahwa kami hanya sedikit bertengkar dari pandangan mata. "Terkadang pura-pura tidak tau itu lebih baik" "Konyol" Apa? Sekarang dia menertawakan ku yang sudah menyelamatkannya? Dasar bocah tidak tau balas budi. "Tapi kenapa kau tau jika aku berbohong?" Aku tertawa geli. Sekarang pasti dia menatapku dengan tatapan bodohnya seakan mengatakan 'kenapa kau tertawa?' Setelah aku selesai melepas tawaku, aku menatapnya dengan tatapan meremehkan. Tatapan yang biasanya kupakai saat pergi ke perkumpulan kelas atas. "Kau tau?. . . " Aku menghentikan perkataan ku sambil menyembunyikan eskpresi di balik rambut. Sampai aku mengangkat kepala dan lanjut mengatakan "Seorang pembohong tidak bisa membohongi sesama pembohong" Melangkahkan kaki dan meninggalkan pria bodoh itu dengan ekspresi yang sama bodohnya dengan kebohongan yang dia buat. [Fake's Lady]
Více informací