Story cover for telephaty by asfathziaa
telephaty
  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Mar 07, 2022
Kisahku memang tidak semenarik kisah mereka. Hanya sebuah kisah yang kuambil dari secuil perjalanan hidupku. Dengan 2 sosok pria yang beradu peran, mengalihkan perhatian jiwa dan bergerak menyusuri alur. Aku, hidup dengan kisah ini. Siang malam tak beraturan pikiran menggentanyangi hati. Perbedaan menjadi titik utama dalam kisah ini, apakah itu? 

Dari ku, Nafira Bass.

Update Setiap Hari Sabtu & Rabu
All Rights Reserved
Sign up to add telephaty to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Bawa Aku Pulang (End) by Rizardila
9 parts Complete
By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.
You may also like
Slide 1 of 10
UNHOLY cover
Kapan Kau Kembali? cover
GOALS (END) cover
Here To Heart cover
Dally With You ✓ cover
Mysterious Friendship (KYUHARU/HARUKYU) cover
태양 { JaeHyuck } ✓ End cover
Better Man [REVISI] cover
Bawa Aku Pulang (End) cover
Aku, Kamu & Jarak cover

UNHOLY

33 parts Complete Mature

⚠️ WARNING ⚠️ 📌TERDAPAT BANYAK AKTIVITAS 21+ & KATA-KATA KASAR(dirty talk) 📌MENGANDUNG UNSUR TRAUMATIS, TIDAK UNTUK DI TIRU! 📌PENEMPATAN KARAKTER HANYA SEBATAS PERAN, TIDAK MENGAMBIL INFO ATAU FAKTA DARI PIHAK TERKAIT. 📌 BIJAKLAH DALAM MEMBACA DAN MENGAMBIL SEBUAH KESIMPULAN DALAM SETIAP STORY DI CHAPTER INI. 📌TIDAK MENGCOPY, MENYEBARKAN TULISAN/STORY DALAM BENTUK APAPUN. Memahami terus-terusan tanpa dipahami rasanya melelahkan. Mengerti terus-terusan tanpa pernah di mengerti rasanya melemahkan. Nanti, jika waktu pada akhirnya menyerah untuk berputar, jangan sekali-kali saling menyalahkan. Memutuskan pergi atas semua pemahaman dan pengertian yang sudah tertutup, mungkin itu final. Setelah lelah karena tidak pernah diberi ruang untuk untuk saling menerima. "Lebih baik menganggap yang terburuk kemudian salah daripada menganggap yang terbaik kemudian salah" 🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤