FAYWA
  • WpView
    LECTURAS 30
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jul 16, 2022
Faywa Adira Agassatria ia sosok anak yang menjalani kehidupan nya seperti tidak punya siapa-siapa,ia juga sosok orang yang selalu ceria tidak pernah ngeluh tentang kehidupan nya pada suatu ketika ada seseorang yang selalu ada untuk Faywa dan Faywa mempunyai teman untuk menjalani kehidupan nya padahal jika dia dipandang oleh orang lain ia sosok merupakan keluarga yang beruntung karna mempunyai keluarga yang lengkap dan sempurna Mohon maaf sebelumnya kalo ada kesalahan kata mohon di maklumi ini cerita pertama saya ,saya disini masih belajar membuat cerita ya guys. Okey guys deskripsi nya cuman segitu Kalo kalian mau tau cerita selanjutnya bagaimana? yuk ikuti terus yaa!! Untuk Cast yang saya pake saya mohon izin yaaa
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • INSECURE LOVE (END)
  • My Five Younger's Brother [M5YB]
  • Dilema kakak baru
  • LUKA AKSARA
  • Mellya
  • When the Rain Stops Following Me
  • Waktu?
  • ARAKHA
  • Masa laluku Masa depanku
  • TEDUH (diary fauza)

[ YU DI FOLLOW DULU YUUU ] _AREA DI LARANG INSECURE!!!_ "Gue buruk banget ya?" lirihnya, bertanya ntah pada siapa. Fay tersadar, ia mengusap kasar air matanya. "Harus ya, semua cewek itu cantik? Harus ya, putih? Glowing? Nggak jerawatan? Body goals?" Fay menjeda ucapannya, lagi-lagi air matanya terjatuh. "Jika iya, berarti gue gagal jadi cewek? Gitu?" lirihnya lagi. Kali ini di barengi dengan isakan-isakan kecil. Fay menutup wajahnya dengan kedua tangannya, menangis terisak dalam diam. Menahan sesak yang seolah memenuhi rongga dadanya, dan bersiap akan meledak detik itu juga. Sudah cukup selama ini ia pura-pura kuat, sudah cukup ia pura-pura tidak peduli. Segala cibiran, hinaan, bahkan candaan yang di kemas dengan sangat rapi berisikan tentang segala kekurangannya, kini menumpuk menjadi satu. "Gue juga nggak mau terlahir dengan seperti ini, tapi gue bisa apa? Ini takdir gue, gue salah apa sama kalian? Gue nggak pernah hina kalian? Kalaupun kalian ngehina gue dengan alibi sebuah candaan, gue terima kan?" lirihnya lagi, semakin terisak. Ntahlah, katakan saja jika Fay lemah. Ya, memang lemah! Fay lemah! "Jangan sesekali lo nyalahin takdir, emang benar, banyak mulut yang ngehina fisik lo, dan lo nggak bisa hentiin mereka buat nggak ngehina lo. Lo cuma punya dua tangan, dan lo nggak bisa bungkam mulut mereka. Tapi, lo punya dua telinga, lo bisa fungsiin kedua tangan lo, buat nutup telinga lo. Jangan bodoh!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido