INNOCENT DAUGHTER

INNOCENT DAUGHTER

  • WpView
    Reads 2,462
  • WpVote
    Votes 288
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 23, 2022
Farras tahu, setiap kali namanya dipanggil dengan nada dingin yang khas itu, artinya ia telah melakukan kesalahan. Dan tubuhnya tidak bisa menahan gemetar bila itu terjadi. "Farras, apa yang kamu lakukan?" "Manusia selalu didorong oleh rasa ingin tahunya bukan?" Wanita itu selalu melihatnya dengan tatapan matanya yang tajam. Seolah ada sesuatu yang dipikirkannya, dan itu seperti akan disampaikannya pada Farras. Tapi Farras tidak pernah menebak apa itu, sebab bukan rasa penasaran yang ada dibenaknya, hanya rasa takut dan sejenisnya yang demikian mengganjal. Tapi apa yang bahkan tidak bisa dia pungkiri adalah bahwa meskipun ini tidak menyenangkan, dia sendiri tertarik olehnya, oleh segala yang ditunjukkan oleh Fay terhadapnya. Dia telah merasakan kenyamanan yang aneh dan sekaligus rasa aman saat bersama wanita itu. Awalnya, Farras merasa seharusnya menemukan cara untuk menjauh, tetapi entah kenapa mereka seolah selalu terhubung. "Ara, saya awalnya ingin memanggil kamu begitu." Saat kata berikutnya diucapkan, itu seperti ditakdirkan bahwa mereka memiliki ikatan lain lebih dari sekedar yang diketahui Farras. "Kamu penting bagi saya, tidak peduli apapun yang terjadi, tidak ada seorang pun kecuali atas izin saya untuk menyentuhmu!" . Kisah ini tentang cinta, tapi bukan kisah percintaan yang biasa lalu lalang di depan mata. . Secara perlahan Fay memasuki kehidupan Farras dan seolah beranjak mengubah posisi menjadi bagian terpenting dalam hidupnya, mengalahkan mama, ayah, dan kakak-kakaknya. Bukan ia tidak merasa penasaran atau tidak terbersit keingintahuan akan hal itu dalam hatinya. Farras hanya tidak ingin memikirkan lebih jauh, ia hanya terbiasa memikirkan apa yang terjadi pada hari yang tengah ia jalani. Masih banyak hal yang menanti di masa depan, yang mungkin saja akan menjadi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kecil yang terlintas di otak imutnya.
All Rights Reserved
#607
joy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Complete (END)
  • NEVER
  • Gak Di Sangkah Ternyata' Aku Di Jodohkan Dengan Dirinya
  • 2 Tom And Jerry (END)
  • GRIZLEN {On Going}
  • Little Princess [END]
  • Dua cangkir satu Meja
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  •  Jauh dari Hangat

"Ya, kau tidak punya mata? Lihat, buku ku jadi kotor!" Sosok yang sedang membersihkan seragamnya tersentak kaget mendengar pekikan tersebut. Matanya berkedip tidak percaya. Heol, jelas-jelas dia yang korban disini. Mengapa jadi dia yang di salahkan? Memberanikan diri, dengan perlahan dia menatap gadis bertopi di hadapannya itu. Seketika gadis berseragam sekolah itu menelan salivanya susah payah mendapati tatapan tajam di balik kacamata hitam tersebut, seakan siap menerkamnya saat ini juga. "J-jongsahamnida. Nde, aku yang salah," Yeri membungkuk dalam. Hanya cara ini yang terpikirkan olehnya. Yap. Gadis itu adalah Yeri baru saja pulang sekolah. Dia memutuskan untuk membeli minuman susu di tempat favoritnya sebelum pulang ke rumah. Tapi malah berakhir seperti ini. Joohyun menggeram kesal sambil melepas kacamatanya, mencoba menahan amarahnya yang siap meledak. "Aish, bisa-bisanya kau membuat ku kesal seperti ini," Hari pertamanya di kota kelahirannya saja sudah di sambut dengan hal seperti ini. Bagaimana kedepannya nanti?

More details
WpActionLinkContent Guidelines