Story cover for Sweet Corn by original_alfia
Sweet Corn
  • WpView
    LECTURES 108
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Chapitres 6
  • WpView
    LECTURES 108
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Chapitres 6
En cours d'écriture, Publié initialement mars 08, 2022
Kumpulan Cerita karya Alfia Rahmayanti.
Cerita dari yang terbaru ditulis sampai yang terlama. Bisa dilihat perkembangan cerpenku. Kritik boleh ditulis di komentar. 

Lefa, seorang gadis yang kehilangan harapan untuk tetap bernapas. Ditambah surat misterius yang datang padanya setiap hari. Surat yang tersirat isinya perintah bunuh diri. Lefa ingin mengabaikan isi surat itu namun harum Baccarat yang keluar dari surat seakan menyihirnya.

Ia pun pergi mematikan hidupnya. Tetapi detik-detik hilang itu mendatangkan penyesalan. Lefa terjebak, dan akhirnya tersadar akan hidupnya yang mungkin tidak semanis atau sewangi jagung masak.  

Bagaimana jika sebuah tempat yang dipenuhi suasana ceria dan positif ternyata memiliki sisi yang begitu  gelap dan menakutkan?
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Sweet Corn à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#13menteri
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Dependency ✓ [Sudah Terbit], écrit par FebbFbrynt
22 chapitres Terminé
17 tahun Leane hidup di ranjang rumah sakit tanpa mengenal dunia luar. Setiap hari, ia hanya tahu rasa sakit karena keadaan tubuhnya yang lemah. Pada akhirnya, ia mati dengan damai tanpa pernah merasakan apa itu kebahagiaan. Bangun di tubuh dan tempat yang asing, Leane menyadari bahwa dirinya masuk ke dunia novel yang pernah di bacanya. Leane bahagia, sangat bahagia, karena keadaan tubuhnya sangat sehat.Tetapi, kebahagiaan itu lenyap saat sadar akan peran tubuh yang di tempatinya. Di benci keluarganya? Di rundung? Menderita? Di jodohkan dengan lelaki yang memiliki penyakit mental? Berakhir tragis? Apakah Leane akan menyerah? Atau apakah Leane akan merubah takdir dan membentuk kebahagiaannya sendiri? ____ "Jangan pergi ...," rengeknya. "Oh, ayolah. Aku hanya akan mengambil air minum untukmu." "Aku ikut." Pria itu dengan manja memeluknya dari belakang. Lalu suaranya yang berbahaya berbisik jelas di telinganya. "Jangan pernah berniat kabur dariku, atau aku akan melumpuhkanmu di tempat tidur." *** - CERITA INI 100% MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI!! SAYA TIDAK AKAN SEGAN MELAPORKAN JIKA ADA YANG PLAGIASI!! - Konten dewasa 17+(Kekerasan, dll) - Bahasa baku! ____ Rank: #1 In Husband {12-01-2023} #1 In Transmigrasi {04-10-2022} #1 In Psikologis {09-10-2022} #1 In Childis {04-10-2022} #1 In Rebirt {22-10-2022} #1 In tenfiction {23-11-2022} #1 In Fantasiurban {30-12-2022} #1 In Tsundere {12-01-2023} #1 In Sakit {23-01-2023} #1 In Fiksipenggemar {12-06-2023 #1 In Fantasi {17-06-2023} #1 In Skizo {17-06-2023} #1 In Alterego {18-06-2023} #1 In Wattpadindonesia {26-11-2023} #2 In Secondlife {05-10-2022} #2 In Bucin {04-11-2022} #2 In Fiksiumum {29-05-2023} #2 In Posesif {20-06-2023} #3 In teenfiction {01-12-2022} #4 In Cinta {21-02-2023} ___ Start: 04 Juli 2022. Finish : 08 Desember 2023 __ Copyright © 2022 By Febbfbrynt
MR. MORGAN , écrit par YunindaAnn
7 chapitres En cours d'écriture
Seorang pelukis muda telah kehilangan sentuhan magisnya. Bukan karena ia kehabisan ide, melainkan karena ada sesuatu yang menguap dari dalam dirinya-sesuatu yang tak dapat ia jelaskan. Setiap kali tangannya menyentuh kanvas, hanya kekosongan yang muncul. Hingga suatu malam, ia menemukan sebuah surat misterius di dalam kamarnya. Tidak ada nama pengirim, hanya secarik kertas tua dengan satu kalimat yang membuat jantungnya berdegup kencang: Bagaimana mungkin seseorang melupakan wajahnya sendiri?" Sejak itu, segalanya berubah. Ia mulai melukis wajah asing yang tak ia kenali, namun terasa begitu akrab. Sosok itu tersenyum padanya dari atas kanvas-dan saat Edelweiss berkedip, mata dalam lukisan itu seolah ikut bergerak. Hari-harinya dipenuhi keanehan yang semakin menyesakkan dada. Kota yang ia kenal perlahan berubah; jalanan yang biasa ia lewati kini tak lagi sama. Orang-orang mulai berbisik di belakangnya, seakan mereka tahu sesuatu yang ia lupakan. Dan ketika ia menaiki bus terakhir malam itu, seorang pria yang duduk di sebelahnya menatapnya dengan senyum tipis dan berbisik pelan: "Darahmu memiliki aroma yang mereka inginkan." Dunia yang ia kenal retak dalam semalam. Edelweiss mendapati dirinya terseret ke dalam permainan yang lebih tua dari peradaban manusia-sebuah dunia di mana makhluk abadi mengawasi dari bayangan, di mana dewa-dewa lama belum sepenuhnya mati, dan di mana satu pertanyaan sederhana dapat menghancurkan batas antara kenyataan dan ilusi. Sekarang, Edelweiss harus menemukan jawaban. Bukan hanya tentang lukisan, surat misterius, atau makhluk yang memburunya dalam kegelapan. Tapi tentang dirinya sendiri. Sebelum sesuatu yang lain menemukannya lebih dulu.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 8
Misteri Di Balik Kematian Kakakku [ On Going ] cover
Dependency ✓ [Sudah Terbit] cover
Heliophobia ✔ cover
Terdampar di Hari yang Tak Pernah Ada cover
TRANSMIGRASI BERDARAH (END) cover
MR. MORGAN  cover
The Blood cover
Another Seyra! Antagonist Girl [End] cover

Misteri Di Balik Kematian Kakakku [ On Going ]

9 chapitres En cours d'écriture

Cerita yang aku buat ini hanyalah hasil imajinasi. 📖✨ Semua kejadian, tokoh, dan tempat hanya fiksi belaka. Jika ada kesamaan, itu hanya kebetulan." 🚫🎭 Rhea Azkira Elvara tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah drastis setelah kematian kakaknya, Renata Sora Elvari. Pesantren tempat Renata menuntut ilmu mengklaim bahwa gadis itu meninggal karena penyakit, tetapi Rhea tidak percaya begitu saja. Luka-luka di tubuh kakaknya, keanehan dalam sikap orang-orang di pesantren, serta desas-desus yang beredar membuatnya yakin bahwa ada sesuatu yang disembunyikan. Didorong oleh tekad untuk mencari kebenaran, Rhea memutuskan untuk menyelidiki sendiri. Dengan bantuan pamannya, ia masuk ke pesantren itu dengan identitas baru Elvara. Kini, sebagai santri baru yang tidak dikenal siapa pun, ia harus bertahan di lingkungan asing yang penuh aturan, menghadapi orang-orang yang tidak bisa ia percaya, dan menggali rahasia yang tersembunyi di balik dinding pesantren. Namun, semakin jauh ia melangkah, semakin berbahaya pula situasi yang ia hadapi. Di balik wajah-wajah alim dan kata-kata suci, ada kebusukan yang siap menelan siapa saja yang mencoba mengusik kebenaran. Akankah Rhea menemukan jawaban atas kematian kakaknya? Atau justru dirinya yang akan menjadi korban berikutnya?