Silent Hill

Silent Hill

  • WpView
    Reads 7,222
  • WpVote
    Votes 300
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Sun, Nov 15, 2015
WpInfo
Fiction
Horror
Aku tidak percaya tentang mitos.. Aku tidak percaya tentang game Silent Hill yang Darel ucap itu benar benar nyata.. Tapi.. Dimana aku sekarang? Kenapa aku jadi sering mengalami mimpi buruk tentang Silent Hill? Mungkin efek keseringan bermain game horror kah? Tapii-Ternyata benar. Kini aku berada di SINI. Di sebuah bukit berkabut tanpa penghuni, yang di namai.. SILENT HILL. "Ketika sebuah game menjadi NYATA.." Cerita ini adalah salah satu original story buatan F.R. Cerita ini terinspirasi dari game dan film silent hill, mungkin akan berbeda atau mungkin akan sedikit sama dengan ceritanya. Selamat membaca, maaf kalau kurang creepy dan maaf kalu Gaje atau Rip English^^/
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Prambanan Obsession (END)
  • FOR LIFE [END]
  • Happy Ending
  • My Duchess / End
  • If I Could Wish Upon A Star
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • Get in the Dark  | DROPPED
  • Lain Dunia (Tamat)
  • Project : NOIR

Kapan nikah??? Mungkin bagi Linda itu adalah pertanyaan tersulit di abad ini untuk dijawab selain pertanyaan dimana sebenarnya jasad I Gusti Ketut Jelantik dikebumikan. Kurangkah dia berikhtiar? Lalu apa namanya kegiatan blind date yang harus Linda lakoni setiap akhir pekan selama empat bulan, tentu atas prakarsa sang Mama tercinta. Apa juga salah Linda jika hingga saat ini tidak menemukan sosok pria dari pasangan Blind date yang cocok. Giliran Linda merasa cocok malah si pria yang merasa tidak cocok. Apalagi tidak jarang justru pria aneh yang ditemuinya. Walaupun memang kelakuan murid - muridnya jauh lebih aneh. "Mama nggak mau tahu, pokoknya kamu harus ketemu anak temen mama weekend ini. Nggak ada alasan, Titik!!!" "Please Mama, Linda capek, libur dulu deh dua Minggu yaa... yaa... pulang ke Bandung weekend itu bikin darah tinggi, macet parah Mama!" "No... No... No!!!" "Mama... Ah pusing... Linda mending kabur aja!!!" "Ide bagus itu, kalau bisa pergi ke tempat yang Mama nggak bisa hubungin kamu!!! Yang jauh biar kamu sekalian dipecat jadi ASN!" Percakapan antara aku dan Mama yang berjarak sekitar 152 km itu dalam sekejap berubah berjarak ratusan tahun. Aku akhirnya benar-benar berada di tempat yang tak akan terjangkau bahkan oleh Mama. Berada di kerajaan dengan catatan sejarah paling berdarah. Apakah aku telah dikutuk oleh ibuku seperti Malin kundang? Atau karena namaku MALINda Rengganis Puteri, jadi nasib kamipun sama? "MAMA... LINDA MAU PULANG!!!" PERHATIAN!!! Jangan terlalu mempercayai apa yang anda baca. Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada beberapa kesamaan nama, tokoh, karakter, tempat, waktu dan peristiwa berarti sebagian cerita diangkat dari kisah nyata dalam sejarah.Tidak ada kesengajaan untuk membuat kontroversi tetapi hanya bermaksud sebagai hiburan semata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines