Rayuan Sang Pelakor

Rayuan Sang Pelakor

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 8, 2022
Berkata cinta itu memang mudah, namun tak semudah memegang komitmen untuk saling setia,kesetiaan hanya bisa ditepati oleh jiwa-jiwa yang berbudi. Kebaikan dan kesetiaan bisa diartikan sebagai dua hal yang berbeda,itu sebab nya harus menanamkan keduanya. Seperti Irsya ia merupakan suami yang perhatian royal dan baik pada istrinya namun sayang dia laki-laki mata keranjang dan tak dapat menjaga kesetiaan pada satu hati. Irsya juga sosok pria mapan yang terlahir sebagai anak tunggal dari keluarga kaya raya. Irsya tega menodai ikatan pernikahan yang belum lama di bangun bersama Nita seorang wanita cantik,cerdas, namun bukan terlahir dari keluarga yang kaya . Mirisnya lagi,Irsya berkhianat dengan wanita yang tak lain adalah pembantu baru mereka,disaat sang istri baru saja melahirkan anak kembar Gavin dan Grace. Pembantu bernama Asih itu mulanya dianggap lugu,tapi tak disangka, Asih telah menyembunyikan rahasia besar,dan menyimpan masalalu yang begitu mengejutkan.
All Rights Reserved
#110
manis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines