We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Langit Dan Bintang

Langit Dan Bintang

  • WpView
    Reads 391
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Thu, Nov 30, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Bintang Putri Laksama,gadis yang selalu menemani Langit Raja Arjuna sedari mereka kecil. Setiap hari sabtu sebelum menjelang hari minggu,mereka berdua akan menyaksikan dua keindahan langit.Yang pertama,mereka akan melihat sunshet disore hari,dan yang kedua mereka akan melihat bintang dimalam hari tepat jam 12.00. Apakah mereka akan terus bersama menyaksikan moment indah tersebut? Tentu saja,konflik akan terus menyerang mereka berdua. Penasaran kelanjutannya?,mari kita baca. Happy reading! Rabu,9 Maret 09.01
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka Anak Pertama
  • Karsa 〔 selesai 〕
  • against fate  [ Mewgulf ] END✓
  • Senja Dan Langit [✓]
  • Antara Langit Dan Perasaan (Terbit)
  • [1] ESTRELLA (END)
  • Duo Tuyul Kembar
  • Dua Bintang Bersinar [TERBIT]

Sejak kecil, Aksa Dirgantara belajar bahwa menjadi anak pertama berarti harus mengerti lebih banyak dan meminta lebih sedikit. Ia harus menjadi contoh yang baik Harus mengalah Harus menjaga adik Harus memahami keadaan orang tua Dan yang paling penting, tidak boleh terlihat lemah. Setidaknya, begitulah yang selama ini ia pikirkan Kini Aksa telah dewasa. Ia memiliki pekerjaan, penghasilan sendiri, dan kehidupan yang dari luar tampak baik-baik saja. Namun, ada satu hal yang tidak pernah ikut tumbuh bersamanya: keberanian untuk mengatakan bahwa dirinya juga lelah. Setiap kali keluarga membutuhkan sesuatu, Aksa berusaha menjadi orang pertama yang membantu. Ketika adiknya memiliki masalah, ia menjadi tempat bercerita. Ketika orang tuanya membutuhkan dukungan, ia berusaha ada. Tetapi ketika Aksa sendiri membutuhkan tempat untuk pulang, ia tidak tahu harus mengetuk pintu siapa Malam itu, setelah seharian tersenyum di hadapan banyak orang, Aksa duduk sendirian di kamar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines