We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cinta Belum Basi

Cinta Belum Basi

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 19, 2022
WpInfo
Fiction
Fantasy
Cerita Dewasa (Maybe 18+) Arini Grace wanita yang hampir 32 tahun dan menghabiskan seper empat hidupnya menjomblo di pertemukan kembali oleh Adimas Yohan. Pria yang pernah Arini sukai diam diam jaman sekolah dulu. Ia bertekat mendekati Adimas untuk menjadikan pria itu sebagai suaminya. "Gila, Lo gila Rin. ngelamar gua pakek sedotan bekas?!" "Alah, udah jaman emansipasi wanita nih, gua lamar Lo duluan dari pada keduluan ama yang lain." Adimas gak pernah kepikiran ketemu dengan Arini yang dulunya kalem kini bertemu malah jadi gak waras. "Ini woman on top gitu?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • We Are Cheaters
  • Meniduri Wanita Lain [END]
  • Kamu
  • ZERGAN
  • BEKAS [TAMAT]
  • Blooming Baby
  • Luka Pilu Sang Arutala (END)
  • You Are My Best Husband [ SUDAH TERBIT ]

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines