We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Trigonometri Langit

Trigonometri Langit

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 23, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Kehidupan itu unik. Kata orang, kau akan hidup jika kau berbuat kebaikan. Tapi yang kulihat, masih banyak orang yang hidup walaupun berbuat kejahatan. Apakah kehidupan itu bohong? Tentu saja tidak, ia hanya membiarkan orang-orang berbuat sesuka mereka, menanam benih lalu memetik hasilnya di kemudian hari. Aditya, pria 20 tahun yang sedang mencari arti dari kehidupan, bergerak karena ada angin mem-bawanya, terombang ambing di atas ombak biru yang luas. Keluarga, pekerjaan, teman, bahkan masalah percintaan pun ia temui bak pelabuhan di samudra. Terkadang ia akan singgah untuk beristirahat dari ganasnya ombak, atau hanya sekedar menyimpang untuk bertanya arah. Lalu kemanakah angin kehidupan akan membawa Aditya? Dimanakah pelabuhan terakhir yang ia cari? Tidak ada yang tahu, hanya dirinya dan Tuhan yang tahu.
All Rights Reserved
#672
fiksiindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • I'm okay (END)
  • Inersia
  • Let Me Love You Longer
  • Semu [Completed]
  • BLOOMING [END]

Peringatan!! 16+ Kembali ke masa dimana ayah dan bunda ku waktu mereka masih remaja? Ah! Tidak mungkin. Keluarga? Seperti yang kalian tahu, semua keluarga adalah tempat yang terbaik untuk pulang. Lalu bagimana dengan kita yang bernasib lebih percaya orang luar daripada keluarga sendiri? Itulah aku, Karin begitu juga dengan Raga; si anak pertama. Kini kalian tahu, aku lebih tahu. Namun ku tutupi itu semua dengan perban. Perban yang tak terlihat. Apa itu? Tertawa dan senyum. Apa aku harus pergi ke masa lalu agar bunda dan ayah bisa mencintai sedari dulu dan memperbaiki semua? Ayah memang agak keras orangnya, apalagi ayah katanya dulu anak band, namun cita-citanya harus terkubur karena tuntutan ayahnya(kakek ku). Kejadian saat konser juga dialami ayah, yang membuat ia trauma, sehingga tidak memperbolehkan anaknya untuk membuat anggota band. Ternyata bunda dan ayahku memiliki trauma masing-masing, yang membuat mereka terkadang melampiaskan satu sama lain. Peringatan🚨: •Ini cerita murni yang dibuat sendiri. •Jangan menjiplak cerita, karena ada undang-undangnya sendiri. •Jika ada sedikit kesamaan cerita, itu tidak kesengajaan, terimakasih. -salam sastra- Author by: Soraya Happy reading y'all!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines