Sekilas Dialog
  • Reads 64
  • Votes 0
  • Parts 5
  • Reads 64
  • Votes 0
  • Parts 5
Ongoing, First published Mar 09, 2022
Ketika sepi itu datang, aku menulis lagi.
Ketika ramai itu kembali, aku terdiam lagi.
Ketika diam itu hadir, aku berusaha untuk bahagia. 
Semua ini, dari hati.
Bukan ilusi.
All Rights Reserved
Sign up to add Sekilas Dialog to your library and receive updates
or
#199stories
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Rengkuh Rasa, Remuk Raga cover
The Queen Sheyna (END) cover
Serpihan Sunyi  cover
Gus Arsya Is My Husband [Hiatus] cover
Sasmita Nivriti cover
kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2) cover
30 AKSARA MAHABBAH [ON GOING] cover
My SIN (GXG iam Lesbian)  cover
အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete) cover
Rembulan Yang Sirna cover

Rengkuh Rasa, Remuk Raga

67 parts Ongoing

Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** ©2025